KONFLIK DIRI – SAKIT JIKA BELAJAR

[dari Pengalaman Klien dengan kode 101210003, 15 tahun]

Pernah dengar atau mungkin mengalami sendiri, seseorang yang mengalami konflik / perang batin, antara ingin melakukan suatu kegiatan tetapi di saat yang sama tindak ingin melakukannya karena pertimbangan rasional? Perasaan seperti sering muncul dan berkecamuk di kepala dan membuat sakit kepala. Semakin dipikirkan semakin sakit pula. Akhirnya cemas, gelisah, stress pun menghampiri… Jika keterusan bisa bahaya lho… Kemunculan simtom-simtom psikis semacam ini tidak hanya monopoli para orang tua, namun juga bisa mengenai anak-anak muda.

Keadaan akan semakin buruk ketika berurusan / terbentur/ teringat/ melihat/ mendengar orang atau benda/ objek yang semakin mengingatkannya pada perasaan tidak enak tadi itu. Jika berhubungan dengan rumah, maka biasanya ia akan tidak betah di rumah, makanpun tidak enak. Maka tak heran jika “pengidap” simtom ini lebih suka di luar rumah (*tapi tidak semua kasus mereka yang lebih suka di luaran mengidap simtom ini lho.. bisa juga karena sebab lain.. sst.. ini bukan soal kegiatan / pekerjaan lho, tetapi soal “kecenderungan yang tidak bisa dijelaskan”).

Ada seorang anak (15 tahun, nama ada pada “Data Klien”), seorang pelajar, mengalami kasus di atas. Dia merasa tidak nyaman dan tidak bisa belajar. Jika dipaksa belajar (ortu-nya memaksanya belajar –tentu saja, kan anak sekolah ya..), dia menurutinya, dan hasilnya…. kepala sakit, tidak mengerti dan tambah bingung…. (orang bilang, ini termasuk anak kategori “tidak cerdas”, “tidak pinter”, ya… kalau bahasa kasarnya.. tahu sendiri dah…).

Dengan teknik tertentu, terapi dijalankan selama 2 sessi masing-masing sesi 45 menit. Sessi 1 untuk menelusuri akar masalah mengapa anak ini “tidak bisa belajar” dan selalu “mendal” (“mental”, memantul balik) jika diajak belajar. Dari penelusuran bawah sadar, ketemulah bahwa anak ini mengalami “ambiguitas kepribadian” yang bersumber dari konflik batin yang di alami sejak kecil, yang berkaitan dengan orang-orang dekatnya. Dia berusaha memperbaiki diri tetapi tidak mendapat penghargaan bahkan dari orang paling dekat dengannya!

Maka terapi Sesi 1 dilakukan dengan target menemukan akar masalah, menetralkan emosi, membuang emosi negatif, mengedukasi dengan pikiran positif dan “mempertemukan pihak-pihak yang berkonflik” dalam dirinya. Hasilnya (yang dapat dirasakan oleh si klien): perasaan lebih segar, lebih senang, bersemangat dan tidak alergi dengan kata “belajar” alias merasa nyaman jika disuruh belajar (tentang “kecerdasan” ya masih belum, karena untuk yang ini kan perlu proses belajar). Yang penting: semangat dan emosi positifnya telah tumbuh dan mengalahkan perasaan sakitnya! Dia tidak lagi sakit kepala!

Kemudian terapi Sesi 2 dilakukan seminggu kemudian, dengan target: membuang anasir negatif (emosi negatif) dalam dirinya, menumbuhkan/ menanamkan kepercayaan diri yang tadinya kacau (percaya diri dari mana lha dia sendiri penuh masalah !) dan menanamkan semangat dan energi positif dalam mentalnya.

HASIL:

Hasil yang dirasakan oleh si klien setelah terapi sesi 2: merasa tenang, tidak ada konflik batin, bisa menguasai keadaan dan bisa belajar dengan tenang.

Setelah terapi 2, klien merasa plong, bersemangat dan mulai senang belajar, dan tidak lagi sakit kepala. Namun karena otaknya mungkin masih kurang cerdas, hasil belajarnya (nilai) masih rendah tetapi jauh lebih bagus dari sebelumnya yang alergi belajar. Setelah terapi dia mulai mau belajar, tidak sakit lagi bahkan mau ikut les.

Nah.. dengan hasil seperti ini: si klien tersebut telah memiliki apa yang disebut SYARAT BELAJAR. Dengan kondisi psikis dan mental seprti ini dia punya modal besar untuk memperbaiki belajarnya (karena telah terbebas dari gangguan hambatan belajar). Tingga satu hal saja: giat belajar untuk memperbaiki kecerdasannya.

PENANGANAN LANJUTAN:

Saya sedang menyiapkan terapi Sesi 3 bagi anak ini: Aktivasi Akselerasi Neuron untuk belajar lebih baik. Jika pikiran anak ini bisa diedukasi, saya tingkatkan: accelerated learning secara bertahap.

Semoga Allah meridhai…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s