Apa Itu Mental Blocks?

 

Mental blocks, adalah hambatan secara mental / psikologis yang menyelubungi pikiran seseorang. Ia dapat muncul dari kekeliruan pengalaman hidup / pergaulan, sisa traumatik masa lalu, sisa luka batin, sisa pengalaman yang tidak mengenakkan ketika kecil maupun karena “kekeliruan” atau kekurangtepatan cara pandang / anggapan terhadap sesuatu bahkan akibat cara belajar/ pendidikan yang tidak tepat. Kemunculannya (manifestasinya) bisa berbentuk kecanggungan bertindak, kesulitan berbicara (apalagi di depan umum), kesulitan mengaktualisasikan diri (walaupun sebenarnya memiliki berbagai kelebihan, misalnya kecerdasan/ kemampuan lain), kadang juga muncul dalam bentuk sindrom “inferior complex” / sindrom rendah diri.

Contoh gampangnya gini deh… Pernah ngelihat sirkus gak? Nah, coba kita amati tuh binatang buas di sirkus ataubinatang gede semacam gajah… Gajah kan punya kekuatan besar dan bisa aja meloloskan diri dari seutas tali kecil yang ditambat ke tiang pancang yang cuma selengan anak kecil… Dengan sekali tarik pasti deh lepas.. Tapi kenyataannya kan enggak… Itu karena si gajah diajari untuk tidak bisa lepas dari tiang pancang itu.. Alhasil sang gajah pun “percaya” dan menganggap dirinya tidak cukup kuat untuk meloloskan diri… Demikian pula dengan sang Raja Hutan yang menjadi “loyo”…. Pikiran mereka terlanjur “diprogram” untuk melakukan apa-apa yang diinginkan oleh pemilik sirkus! Itulah gambaran sederhana mental block. Mental block menghalangi pikiran sadar seseorang dari tindakan positif yang memberdayakan.

Apa Itu “Program Negatif”

Berkerabat dengan “mental block”, “program negatif” muncul mengiringi kehidupan kita sehari-hari, yakni ketika pikiran kita berhubungan dengan berbagai informasi yang tidak semuanya memberdayakan! Waspadalah!!! Dalam istilah hipnoterapi, pikiran kita diprogram oleh keadaan dan situasi kehidupan di sekitar kita, diprogram oleh televisi, sinetron, dsb…. Kadang diprogram oleh anggapan kita sendiri yang kadang bertentangan dengan produktivitas. Misalnya, kita pernah menganggap bahwa sukses itu hanya milik orang-orang yang berduit banyak, dsb… Jika pikiran kita meyakini hal itu, maka benar jugalah, terjadilah…. kita sulit sukses karena pikiran kita telah menolaknya! Jadilah “mental block”.

Hal yang sama, terjadi di rumah-rumah, ketika orangtua yang sedang marah, mengata-ngatai anaknya dengan ucapan kasar dan “menghukum”/ memvonis, misalnya…”kamu memang anak goblok kok, masak gini aja gak bisa…”, dsb….. Atau, ada lagi variasi lain. Ketika mendapoati anaknya yang nakalnya bukan main (maklum anak-anak, kan gitu biasanya.. ntar kalo dieeem aja, ntar malah jadi patung lhoh…. hehe…), sang ibu ngomel-ngomel di deopan anaknya pula: “…duh… bandelnya kamu… kayak anak setan…” (naudzubillaah..). Emang seneng kalo anaknya jadi anak setan.. hehehe….

Di sekolah, sering pula kita temui guru yang seenaknya berucap sembrono (serampangan) kepada murid-muridnya. Kata-kata itu mempengaruhi pikiran anak dan lambat laun berubah menjadi program negatif yang terbawa hingga anak tersebut dewasa kelak!

Itulah beberapa “ketidaksengajaan” atau “kekhilafan” yang berujung FATAL! Dalam bahasa masyarakat umum (masyarakat Jawa)  disebut “mandi pangucape” (manjur kata-katanya).

Dalam terminologi hipnoterapi, kata-kata tersebut masuk ke alam bawah sadar si anak dan langsung memprogram pikiran sadarnya! Ingat: kekuatan alam pikiran bawah sadar = 88% ! Cukup kuat untuk memerintah pikiran sadar (yang cuma 12%!) yang selanjutnya, pikiran sadar memerintah organ-organ tubuh (fisik)!  Bayangkan dan rasakan akibat kelalaian kecil tadi ! Demikian juga, bila seseorang terbiasa menerima kata-kata negatif yang merendahkan (bahkan mungkin dialami sejak pada masa kanak-kanak) baik oleh orang-orang di lingkungan rumah, sekolah, di lingkungan permainan bersama teman-temannya, dsb. Atau, seseorang yang ketika kecil sering ditakut-takuti, akan tumbuh menjadi pribadi yang canggung, rendah diri, penakut, dsb… Kalau dah gini nih…. bahaya…. Pengalaman pahit tersebut (kadang berupa trauma), dapat berubah menjadi selaput penghalang (blocks) secara mental, yang disebut mental blocks.

Sebenarnya masih sangat banyak kejadian di sekitar kita yang dapat menjelma menjadi mental block, penghalang pemikiran produktivitas kita.

Saya contohkan, dari pengalaman salah seorang guru hypnotherapy saya, Adi W. Gunawan.

Artikel ini saya tulis untuk menjawab banyak sekali pertanyaan yang diajukan kepada saya baik melalui email, SMS, ataupun saat seminar. Ternyata masih banyak juga orang yang kurang jelas apa itu mental block, proses pembentukan, cara mengenali, dan yang lebih penting cara untuk mengatasi dan menghilangkan mental block.

Sebelum saya membahas apa itu mental block saya akan menjelaskan kembali proses pemrograman pikiran manusia.

Proses pemrograman pikiran sebenarnya telah terjadi sejak seorang anak masih di dalam kandungan ibunya, sejak ia berusia 3 bulan. Pada saat ini pikiran bawah sadar telah bekerja sempurna, merekam segala sesuatu yang dialami seorang anak dan ibunya. Semua peristiwa, pengalaman, suara, atau emosi masuk ke dan terekam dengan sangat kuat di pikiran bawah sadar dan menjadi program pikiran.

Saat kita lahir, kita lahir hanya dengan satu pikiran yaitu pikiran bawah sadar. Bekal lainnya adalah otak yang berfungsi sebagai hard disk yang merekam semua hal yang kita alami. Sejak lahir, dan sejalan dengan proses tumbuh kembang, kita mengalami pemrograman pikiran terus menerus, melalui interaksi kita dengan dunia di luar dan di dalam diri kita.

Pada anak kecil, yang memprogram pikirannya adalah terutama kedua orangtuanya, pengasuh, keluarga, lingkungan, guru, TV, dan siapa saja yang dekat dengan dirinya. Saat masih kecil pemrograman terjadi dengan sangat mudah karena pikiran anak belum bisa menolak informasi yang ia terima. Ketidakmampuan memfilter informasi ini disebabkan karena pada saat itu critical factor, atau faktor kritis, dari pikiran sadar belum terbentuk. Kalaupun sudah terbentuk critical factor masih lemah.

Pemrograman pikiran saat anak masih kecil terjadi melalui dua jalur utama yaitu melalui imprint dan misunderstanding. Definisi imprint adalah “a thought that has been registered at the subconscious level of the mind at a time of great emotion or stress, causing a change in behavior” atau imprint adalah apa yang terekam di pikiran bawah sadar saat terjadinya luapan emosi atau stress, mengakibatkan perubahan pada perilaku.

Misunderstanding adalah salah pengertian yang dialami seseorang saat memberikan makna kepada atau menarik simpulan dari suatu peristiwa atau pengalaman.

Baik imprint maupun misunderstanding, setelah terekam di pikiran bawah sadar, akan menjadi program pikiran yang selanjutnya mengendalikan hidup seseorang.

Satu hal yang perlu kita mengerti yaitu bahwa semua, saya ulangi… semua, program pikiran adalah baik. Program pikiran selalu bertujuan membahagiakan kita. Program pikiran diciptakan atau tercipta demi kebaikan kita berdasarkan level kesadaran dan kebijaksanaan kita saat itu.

Program pikiran menjadi mental block apabila bersifat menghambat kita dalam mencapai impian atau tujuan kita. Sebaliknya program pikiran akan menjadi stepping block, batu lompatan, bila bersifat mendukung kita.

Anda jelas sekarang? Atau masih bingung?

Ok, saya kasih contoh ya biar lebih jelas.

Ini dari kasus klinis yang pernah saya tangani. Ada seorang wanita, sebut saja Rosa, cantik, ramah, cerdas, pintar cari uang, dan mandiri tapi sampai saat bertemu saya, usianya saat itu 35 tahun, masih jomblo alias single, belum dapat jodoh.

Rosa juga bingung mengapa ia sulit dapat jodoh. Ada banyak pria yang suka padanya. Namun setiap kali pacaran dan jika sudah masuk ke rencana untuk menikah, selalu muncul masalah sehingga hubungan mereka akhirnya putus.

Setelah dicari akar masalahnya, saya menemukan program pikiran, di pikiran bawah sadarnya, yang sangat baik namun justru bersifat menghambat dirinya untuk bisa dapat jodoh.

Apa itu?

Ternyata ayah Rosa meninggal saat ia masih kecil, usia 7 tahun. Sejak saat itu ibunya yang bekerja keras menghidupi keluarga mereka. Bahkan pernah sampai jatuh sakit dan hampir meninggal.

Nah, pas saat ibunya sakit keras,Rosa berdoa dan mohon kesembuhan untuk ibunya. Dan dalam doanya ia berjanji bahwa ia akan membalas semua pengorbanan ibunya, setelah ia dewasa kelak, dengan selalu menyayangi dan mendampingi ibunya.

Janji ini ternyata masuk ke pikiran bawah sadarnya dan menjadi program. Benar, sejak saat itu dan hingga ia dewasa Rosa adalah anak yang begitu sayang pada ibunya. Selama ini program pikirannya telah sangat membantu Rosa dalam menjalani hidupnya. Rosa bekerja keras, menjadi anak yang sangat mencintai ibunya. Dan ibunya juga begitu bersyukur dan bahagia karena mempunyai anak yang begitu menyayanginya. Nah, program yang sangat positif ini tiba-tiba berubah menjadi program yang menghambat (baca: mental block) saat Rosa ingin berkeluarga.

Program ini mensabotase setiap upaya Rosa untuk mendapat pasangan hidup. Saat saya berdialog dengan “bagian” (baca: program) yang tidak setuju bila Rosa menikah, saya mendapat jawaban yang jelas dan lugas. Ternyata “bagian” ini khawatir Rosa tidak bisa menepati janjinya, menyayangi dan mendampingi ibunya karena bila menikah, menurut pemikiran “bagian” ini, Rosa harus mengikuti suaminya dan meninggalkan ibunya sendiri. “Bagian” ini tidak setuju dengan hal ini.

Nah, anda jelas sekarang?

Saya beri satu contoh lagi biar lebih jelas.

Saya mendapat email dari seorang pembaca buku, sebut saja Bu Asri, yang mengeluh bahwa ia telah berusaha keras untuk menaikkan penghasilannya namun selalu gagal. Setelah membaca buku The Secret of Mindset dan mendengarkan CD Ego State Therapy ia menemukan program pikiran yang menghambat dirinya, khususnya di aspek finansial.

Ternyata dulu, saat akan menikah, ia mendapat wejangan dari ibunya, “Nak, ingat ya… nanti waktu menjadi seorang istri, cintai suamimu dengan tulus, baik di kala suka mapun duka, layani dengan sepenuh hati, tempatkan suami sebagai kepala rumah tangga, jaga perasaan dan harga diri suami, jangan melebihi suamimu…….”

Pembaca, wejangan (baca: program) ini tentu sangat baik. Namun menjadi masalah karena program ini justru menghambat upaya Bu Asri meningkatkan penghasilannya. Selidik punya selidik ternyata penghasilan Bu Asri saat ini sama dengan penghasilan suaminya. Makanya saat ia berusaha menaikkan income-nya selalu saja ada hambatan. Program ini yang menghambat dan tujuannya juga sangat “positif” yaitu agar Bu Asri bisa menjadi istri yang baik sesuai wejangan ibunya.

Bagaimana, jelas sekarang?

Suatu program, selama tidak bersifat menghambat diri kita maka jangan diutak-atik. Biarkan saja. Nggak usah bingung. Ada rekan yang, setelah membaca buku dan mengerti soal mental block, begitu giat mencari berbagai mental blocknya. Bahkan sampai mengeluh,”Pak, saya kok nggak menemukan mental block saya ya?”.

Lha, kalo memang nggak ada trus apa harus dipaksakan ada? Bukankah lebih baik bila waktu yang ada digunakan untuk belajar dan mengembangkan diri? Kekhawatiran karena tidak menemukan mental block justru bisa menjadi mental block baru.

Lalu, bagaimana sikap yang benar?

Ya, santai saja lah. Nggak usah aneh-aneh. Kita harus netral saja. Selama hidup kita happy, usaha lancar, semua berjalan seperti yang kita rencanakan dan harapkan maka nggak usah pusing soal mental block. Paham..?

Mental block akan kita rasakan saat ada penolakan atau hambatan untuk mencapai suatu target yang lebih tinggi. Penolakan ini juga timbul saat kita ingin berubah.

Ini saya kutip email yang baru saya terima dari seorang pembaca buku saya:

“Saya ingin lebih memahami dan  membaca buku-buku anda. Saya beli The Secret of Mindset. Saat baca ada aja perasaan yang membuat saya malas, ngantuk dsb. Padahal saya sungguh ingin membaca buku TSOM. Bagaimana solusinya?”

Perasaan malas, mengantuk, dan berbagai perasaan lain yang menghambat upaya untuk berubah ini adalah ulah nakal dari mental block kita. Nah, ini saatnya kita perlu menemukan dan mengenali mental block ini. Setelah ditemukan… ya dibereskan. Gitu aja kok repot.

Intinya, jika anda telah menetapkan target yang lebih tinggi, dari apa yang telah anda capai saat ini, dan anda merasa ada yang tidak enak di hati anda maka ini indikasi adanya mental block.

Atau jika anda mengalami kegagalan yang beruntun atau yang mempunyai pola kegagalan yang sama, maka ini indikasi sabotase diri alias mental block.

Mental block ini ada juga yang baik. Misalnya anda telah berkeluarga. Dan ada kesempatan untuk selingkuh namun anda tidak mau. Alasannya bisa macam-macam. Bisa takut dosa, takut masuk neraka, takut malu, takut ketahuan, bisa karena anda tidak ingin melukai hati pasangan anda, atau anda setia pada janji pernikahan anda, atau alasan apapun. Yang pasti, ada satu program pikiran yang menghambat anda melakukan sesuatu. Mental block ini tentunya perlu dipertahankan.

So… bersikaplah netral… jadilah orang yang Non Block. Artinya anda tidak neko-neko atau aneh-aneh. Cari mental block sesuai kebutuhan. Kalo sedikit-sedikit cari mental block … sedikit-sedikit cari mental block…  maka saya khawatir anda akan menghabiskan waktu, tenaga, pikiran, dan resource yang anda miliki untuk sesuatu yang tidak produktif. Kalo seperti ini…anda masuk kategori Go Block. Hehe…. betul..?🙂

Sumber: Adi W. Gunawan

Saya lanjutin yach….

Setiap orang pasti memiliki pengalaman pahit, luka batin, trauma, program pikiran yang salah (menjelma menjadi mental blocks), dsb. Yupz… Mental Blocks ini bisa menjangkiti siapa saja. Walaupun efeknya sangat mengganggu dan disadari oleh  “pengidapnya”, tetapi tidak dapat dijelaskan mengapa terjadi.

Berita buruknya, ketidaknyamanan mental akibat mental block ini membelenggu seseorang, memasung kreativitas sehingga menghalangi kesuksesan seseorang/ anak. Mereka yang berkarya di bidang pendidikan, bisnis, produksi, jasa, dsb wajib mewaspadai mental block ini.

Berita baiknya, mental blocks & program negatif ini dapat dihilangkan !

Mental Block & program negatif ini hanya dapat dihilangkan efektif dengan metode Mind Reprogramming (Pemrograman Ulang Pikiran).

Hubungi terapis Anda !

Baca juga:

1. Mental Block Bikin Karir Stagnan.

2. Membuka Mental Block.

 

Pertolongan Pertama Pada Mental Block

Dari banyaknya pertanyaan, keluhan, dsb berkaitan dengan masalah mental block ini, dengan variasi bentuk yang muncul dalam pikiran dan tindakan seseorang, sedangkan tindakan untuk mengikis mental block belum sepenuhnya dapat dilakukan karena persoalan waktu, kesibukan dsb.. Maka, kami menawarkan langkah awal dalam membantu mengurangi mental block yang mungkin anda alami.

Yaitu, pertama, berkomunikasilah dengan diri anda, libatkan perasaan diri anda pada sisi-dalam diri anda. Lanjutkan dengan langkah kedua, jujurlah pada diri anda sendiri ketika melakukan langkah pertama (toh gak ada yang tahu kan…. gak perlu malu laah… hehe….).🙂 Dalam komunikasi-internal ini, temukan: “apa yang sesungguhnya anda inginkan!”. Dan temukan jawabannya di sana. Untuk melakukan dua langkah ini, anda memerlukan syarat: rilekskan pikiran dan hati anda. Jika suasana hati dan pikiran belum support, terlebih dahulu anda bisa mengikuti program kami, Distance Therapy, yang bisa anda baca terlebih dahulu di halaman Distance Therapy di blog ini, atau via simple site kami: https://sites.google.com/site/mymiracleways/home/distance-therapy. <— klik kanan, buka link di tab baru.

Anda boleh mengikuti Distance Therapy dengan menggunakan cara yang ada pada halaman Distance Therapy pada blog ini maupun cara yang ada pada simple site kami: https://sites.google.com/site/mymiracleways/home/distance-therapy <— klik kanan, buka link di tab baru. Kedua cara tersebut berefek sama, sepanjang data anda terekam pada sistem kami.

Perhatian: Distance Therapy bukan cara untuk menghilangkan atau mengikis mental block, tetapi menyiapkan piranti pendukung yaitu menciptakan suasana hati & pikiran yang rileks, nyaman dan support untuk anda melakukan komunikasi-internal dan affirmasi positif untuk mengikis mental blocks.

Layanan Distance Therapy ini GRATIS untuk anda !

Semoga membantu.

Salam miracle.

Miracle is on you. We just show you the way.

Miracle

Bantulah saudara-saudara yang lain, dengan men-share artikel ini.

download

47 thoughts on “Mental Block & Program Negatif

  1. Pak sepertinya saya punya mental blok yg agak berat belakangan ini. saya mahasiswa smester 4 di PTN di kota Solo jurusan psikologi. sebenarnya itu bukan jurusan impian saya, malah bisa dibilang ‘mblasuk’ bhs jawa : tersesat hehe. sejak kecil saya pengen jadi dokter tapi ikut snmptn sampe 3 kali gagal terus.
    entah saya yg ngeyelan ato gimana saya coba terus ujian2 kedokteran di PTN tapi gagal terus. total 7 kali saya gagal yg mungkin berubah jadi trauma.
    nah kemarin saya terbersit pemikiran kenapa saya tidak mau ke swasta? dengan modal nekat & pasrah saya nyoba tes ke PTS yg cukup baik di semarang, saya terus terang tidak mengira akan diterima. ternyata kemarin malam saya ditelp pihak PTS saya diterima di FKU.
    harusnya saya senang pak, tapi malah saya terjebak dgn mental blok sayang sudah membuang waktu 2 tahun, dll. bapak bisa kasih masukan? terima kasih

    Suka

    1. Sdr Sasha di Solo..

      Silakan baca-baca artikel di blog ini… khususnya tentang mental block, personal power, goal setting dan miracle decision.. Kemudian baca-baca buku-buku motivasi dan kisah-kisah yang memberdayakan. Itu bisa membantu mengikis kondisi mental block anda… Yang anda perlukan adalah ketetapan hati dalam memilih. Jika logika terlewatim serahkanlah kepada intuisi anda untuk memutuskan. Baca artikel tentang intuisi di blog ini kemudian padu dengan “miracle decision”…

      Terimakasih anda telah singgah di blog saya.

      Salam MiracleWays..
      Jalan Ajaib Selalu Anda Temui

      Suka

  2. Pak, Saya sudah bekerja di perusahaan minyak multinasional, saat ini kalau dibilang karier saya seang menanjak, tetapi ada beberapa hal yang membuat saya seperti terbelenggu dengan mental block, saya punya pengalaman kecil yang suka direndahkan oleh orang tua saya, sehingga terekam di dalam fikiran dan membuat saya kesulitan untuk melepaskannya.

    Dahulu saya selalu menjadi rendah diri pada saat bertemu dengan orang, dan sampai akhirnya saya mempunyai mind set untuk selalu melawan dengan orang tua saya, sehingga apa yang mereka bilang saya tidak mau dengarkan, untuk melawan rasa rendah diri saya( trauma selalu direndahkan)

    Saat ini saya sudah menjadi orang yang baru, dengan pendirian dan mind set saya untuk sukses.
    Ada beberapa yang selalu mengganjal saat ini, yaitu saya kesulitan saat diminta presentasi, atau apapun yang berbicara di depan umum, mungkin karna masih ada rasa rendah diri saya.

    mohon pencerahannya bagaimana mengalahkan mental block saya

    Terima kasih

    Suka

    1. Terimakasih telah berkunjung, saudara Wawan (eeh.. nama kita sama yak… :D). Apa yang telah anda lakukan itu sebuah prestasi luar biasa lho.. Anda telah berhasil mengubah diri anda menjadi ‘diri yang baru’. Tinggal yang tersisa sedikit itu (sedikit perasaan kurang nyaman ketika presentasi atau public speaking) sepertinya residu yang hampir hilang. Saran saya: 1. Ulangi cara sukses anda yang TELAH TERBUKTI sukses mengubah anda (ingat: ini tinggal residunya doank). 2. Sehari atau semalam sebelum presentasi, anda lakukan ‘afirmasi positif’ berulang sambil MENGHADIRKAN EMOSI POSITIF yakni ’emosi ketika anda berada pada situasi yang sangat menyenangkan’. Lakukan dengan sepenuh perasaan. Semoga menjadi lebih baik😀. Salaam.

      Suka

  3. Saya peg swasta di lingkungan kuta bali.sudah 10thn saya bekerja tp bulanan yg saya dpt belum juga mencukupi.saya mengambil kerjaan sambilan spt networkmarketing hsilnya lumayan tp setiap bikin target
    Tdk pernah tercapai.sering dtng petasaan tdk pede ketakutan.tolong masukannya pak?trimakasi.

    Suka

    1. Terimakasih telah berkunjung, Bapak Sudarsana..:). Pertama saya ucapkan selamat bahwa anda telah berkeputusan cepat untuk move on yaitu dengan take action di network marketing. Keputusan-cepat ini sangat bermanfaat. Refresh dulu: Bagaimana perasaan anda saat pertama kali memutuskan bermain di network marketing? (simpan perasaan ini –> #perasaan 1). Setelah dapat banyak untung? (simpan. #perasaan 2). Ketika datang perasaan ‘tidak pede’, coba hadirkan #perasaan 1 yang dilanjutkan dengan #perasaan 2, dan perkuat #perasaan 2. Perkuat terus #perasaan 2. Abaikan / lupakan perasaan “tidak pede”. Semoga menjadi lebih baik😀. Salam.

      Suka

    1. Mental block bisa terjadi pada siapa saja, ibu Wati. Tidak pandang usia, selama pikiran kita bersinggungan dengan “data” apapun yang masuk, yang sebagiannya mungkin berisi “sesuatu” yang “tidak sejalan” dengan hal yang semestinya (yaitu kemajuan). Terimakasih telah berkunjung🙂. Salaam.

      Suka

  4. Kalau menurut saya pribadi, cara menghilangkan mental block yang paling ampuh ialah dengan cara meyakinkan seyakin yakinnya diri anda, niat yang kuat, menghilangkan fikiran negatif, dan pertimbangan resiko yang mantap, bahwa apa yang akan anda kerjakan/lakukan itu pasti akan membuahkan hasil terbaik.

    Suka

  5. saya mau nanya, apakah yang saya alami adalah salah satu dari mental block? dan mohon solusinya..
    saya mempunyai calon suami, namun entah kenapa saya sangat sulit utk dekat dg keluarganya, , apakah karna strata keluarga saya jauh dibawah keluarga calon suami saya? kedua orang tua nya suka dg saya, saya sudah berusaha, dan calon suami jg sangat mendukung, namun saya masih merasa tidak bisa sedekat yang diharapkan..
    mohon solusi nya.. thanks..

    Suka

    1. Terimakasih telah berkunjung, saudari Isma. Bisa jadi itu mental block, bisa juga bukan (jika pikiran anda tidak memiliki rekaman histori yang bisa menyebabkan mental block). Bisa jadi itu hanya emosi tertekan sementara ketika menghadapi peristiwa baru. Komunikasi secara terbuka dengan pasangan anda adalah jalan terbaik. Segalanya akan biasa saja kok… semoga menjadi lebih baik..😀. Salaam.

      Suka

  6. Aku juga sering mengalaminya bahkan sekarang aku sedang mengalaminya. Mental block, aku ketakutan terhadap pekerjaan. Pedahal itu sama sekali tidak buruk dan tidak susah, tp aku gk tau kenapa aku ketakutan setiap aku bekerja selalu gk betahan. Pdahal aku ingin sukses dan punya uang, tp mentalku lemah utk berani bekerja, apalgi dipabrik, bayang2 jelek selalu menghampiriku, entah itu fikiran aku yg terculun, fikiran di marahin mandor, pkoknya gk nyaman. Spertinya aku btuh psikolog, aku tau, ada yg gk beres didiriku, saat ini aku sedang takut

    Disukai oleh 1 orang

    1. Terimakasih telah berkunjung, saudari Rossa.. Saran saya, sebagai langkah awal, coba berpikiran positif dulu ya… Tentang hal ini bisa baca artikel saya dengan tag heart mind intelligence. Semoga menjadi lebih baik..😀. Salaam.

      Suka

  7. Pak… Sy mau tanya.. Apakah mental block bisa terjadi pada anak balita? Anak sy 4 tahun laki2, smp skrg blm bisa komunikasi dgn baik dgn lingkungan, dia asyik sendiri pada dunianya… Seperti Åϑά̲̣ yg menghalanginya untuk bicara… Bisakah anda membantu sy?

    Suka

    1. Mental block bisa tertanam di pikiran, sejak pikiran seseorang (anak) tsb menerima “program” mental block tsb dan kemudian dirasakan dan disadari olehnya saat anak dalam komunikasi keseharian. Tetapi pada kasus ibu (dari catatan ibu), belum tentu itu mental block. Bisa jadi problem lain. Karena “pertumbuhan” mental block dapat diketahui saat kesadaran relatifnya muncul. Namun ada baiknya ibu mengevaluasi kembali komunikasi saat-saat bersama putra ibu tsb, kemudian menelusuri kejadian sebelumnya yang kira-kira “kurang menyamankan si anak” dan membenahinya dengan kembali menggunakan kalimat-kalimat yang memberdayakan. Silakan baca di artikel saya di sini tentang kalimat yang memberdayakan. Semoga penjelasan singkat ini bisa membantu ibu. Dan terimakasih telah berkunjung. Salam🙂

      Suka

  8. Bicara mental Block, bisa di mana aja terjadi pada saat seseorang mengalami tekanan tinggi (Pressure), dan semua nya bisa jadi penyakit
    Intinya adalah bersikap dengan Positif dan hidup lah hari lepas hari (Pada saat kita tidur malam hari lepaskan beban pikiran di kepala kita hari ini dan pada saat kita bangun jadilah hari yang baru ).
    SEEYOUFRIEND

    Suka

  9. Pak saya punya mental block yang lahir sejak kecil sampai sekarang.. saya sering berprasangka buruk terhadap apa yang akan terjadi dalam hal tertentu karena hal tertentu itu pernah membuat saya malu..misalnya sekarang presentasi saya gagal trus saya keringat dingin nahh itu menjadi beban bagi saya disaat nanti saya mau presentasi. Pikiran saya pasti bilang kamu nanti pasti balalan keringat dingin dan lain” sekuat apapun saya berusaha mnghilangkan negatif thinking itu sngt susah pak.. nahh itu trus gimana mengatasinya??mohon pencerahannya pak demi kesuksesan saya sekarang sudah SMA

    Suka

    1. Terimakasih telah singgah di blog saya. Pertama, batasi menamai masalah anda hanya pada konteks di mana masalah itu berada, jangan men-generalisasi untuk semua hal lain. Contoh: “saya gagal terus”. Benar? Bukankah yang benar: “saya pernah gagal”. Kemudian sambung dengan kalimat: “kemudian saya bangkit lagi dengan belajar dari ‘kegagalan’ kemarin karena ‘tidak ada kata gagal tetapi belajar”. Pada situasi apapun, lokalisirlah masalah. Kedua, kalahkan pikiran negatif itu, dengan memojokkannya ketika pikiran negatif itu muncul. Ini sedikit membantu meringankan pikiran bukan menghilangkan mental block lho ya…:D. Karena mental block itu sendiri memerlukan terapi tersendiri. Salam.

      Suka

  10. Pak untuk melawan mental block saya kok banyak kata2 yang muncul di dalem pikiran ya ? apa itu mental block buat melawan mental block saya ? terkadang sering memikirkan sesuatu hal yang g’ harus dipikirkan… atau kata lainnya belum bisa cuek… thx

    Suka

  11. Pak, saya ingin tahu apa benar saya mengalami mental block atau tidak. Dulu saya orang yg sangat percaya diri, senang bergaul dan punya pikiran positif. Namun 4 bulan belakangan ini saya menjadi orang yang sangat rendah diri biarpun di hadapan orang lain saya tetap menunjukan sisi saya yang dulu. Itu berawal dari mimpi yang dimana dosen saya yang mempunyai indra ke enam mengatakan saya menyukai pria (homo). Kebetulan saya sudah single 2,5 tahun. Disamping itu, semenjak kuliah, cukup banyak teman teman saya yang mengatakan saya homo. Awalnya saya biasa saja dan tidak memikirkan nya sama sekali. Namun setelah mendapati mimpi itu, saya menjadi sangat kepikiran akan hal itu dan sungguh menyiksa saya. Saya selalu bilang kepada diri saya bahwa saya menyukai wanita dan pasti menikah dengan wanita.. Namun setelah itu bayangan yang ada di otak saya kemudian memunculkan pria namun saya merasa gelisah karena saya merasa wanita adalah jodoh dari pria dan begitu juga sebaliknya. Sekiranya ada banyak wanita yg dekat dengan saya untuk dijadikan pacar atau calon istri namun ketika saya mulai suka dengan wanita, saya merasa saya tidak mampu untuk mendapatkan nya hati saya berbicara “memang dia mau sama kamu”, “kamu jangan mimpi cewek cantik gitu mau sama kamu” dsb. Ini sangat berkebalikan dengan saya sebelum ini. Mohon saran nya agar disampaikan disini. Terima kasih pak

    Suka

    1. Terimakasih telah berkunjung di blog saya, Saudara Gusti. Pertama, abaikan dan buang kata-kata dosen anda itu. Kembalilah pada ‘kesadaran terdalam’ anda sendiri, untuk mengenali apa yang senyatanya terjadi dan anda alami, termasuk kecenderungan anda. Nurani anda yang akan memberitahu anda. Apa yang SEBENARNYA anda inginkan, ada di situ. Tentang ‘kesadaran terdalam’, hati nurani, dapat anda baca di website baru Miracle Way http://miracleway.web.id. Semoga bisa membantu. Salaam.

      Suka

  12. Ilmu yang sangat Luar… Biasa…!!! Block Mental ternyata menjadi Penghalang Sukses…!!! Block mental membelenggu jiwa…!!! Sebab itu Hancurkan Block mental, agar lahir lagi menjadi manisia yang SUKSES. Trims ilmunya, semoga memberikan manfaat pada semua orang. amiiin. Trus pengin melanjutkan k ilmu-ilmu manfaat yang berikutnya caranya gimana Pak…????

    Suka

    1. Terimakasih telah singgah di blog saya, saudara Badri. Caranya: jangan pernah berhenti belajar. Dalam perspektif Miracle Way, belajar itu adalah mengisi pikiran dengan unsur-unsur positif yang memberdayakan. Untuk pembelajaran yang lebih mendalam, silakan kunjungi website baru Miracle Way di http://miracleway.web.id. Sukses ya… !

      Suka

  13. Menarik sekali artikel Bapak…Pak suami saya sdh 4 kali menikah lagi dlm kurun waktu 16 tahun pernikahan kami, dg wanita2 yg tdk lebih dr saya , bahkan yg msh bertahan saat ini tdk tamat smp, mantan psk, janda 3 kali.Tp suami sayang dengan sy dan anak2..bertanggung jawab secara ekonomi, kadang dia merasa putus asa dg hobby nya..bapak mertua sy dulu jg begitu, suka selingkuh..apakah ini mental block (perilaku selingkuh berulang?) Apa msh bisa diterapy? Terima kasih

    Suka

  14. Pak.. waktu usia saya 17 tahun orang tua saya berpisah. Sejak itu saya selalu bicara pada diri saya sendiri, agar saya selalu kuat, tidak boleh sedih, tidak boleh menagis agar dapat menjadi kekuatan bagi keluarga, terutama ibu saya. Skrng saya berusia 26 thn dan sudah menikah, mulai usia 24 thn hingga skrng, emosi saya cenderung tdk dpt dikendalikan. Mudah marah, mudah menangis untuk hal2 yg sepele, sering merasa sendiri/kesepian. Selain itu, sekarang saya sedang mencoba untuk berbisnis pak, sebelumnya saya pernah bekerja di bbrapa perusahaan. Tp entah kenapa dalam berbisnis ini saya tdk memiliki semangat, seoalah-seolah pikiran saya membuat saya tdk ingin bersusah payah dan bekerja keras. Sedangkan disisi lain, kesadaran saya ingin saya bs bersemangat dan berhasil dlm berbisnis. Apakah ada saran pak? Mohon pencerahannya… Terima kasih. ☺

    Suka

  15. Saya punya masalah mental block, hal ini membuat saya tidak mampu berkembang dlm karir maupun usaha. Selalu banyak halangannya. Dlm karir sy tdk pede dlm melamar krjan. Udh takut ga ketrima. Dlm ush ortu saya ga prnh dukung. Tiap kali pasti jd ribut. Dan terganjal ekonomi dlm mengembangkan ush. Hslny selalu ga ada. Yg ada capekny doank. Sy tdk tau hrs bagaimana mengatasi hal ini. Siapakah yg dpt membantu saya? Cukup stress saya dengan mental block ini… T-T

    Suka

    1. Mbak Indah yang baik… Terimakasih telah mampir di blog saya. Pertama, tolong recheck sikon yang ada ya mbak (dari tulisan mbak): “Selalu banyak halangannya…” ataukah “pernah mendapatkan halangan..”?🙂 Dst, cek kata-kata “selalu”. Benarkah demikian? Karena, kata-kata memunculkan keyakinan dalam pikiran. Keyakinan dalam pikiran, menentukan tindakan. Tindakan, menentukan hasil. Kedua, Apapun sikonnya, tetap akan lebih baik jika mbak menenangkan pikiran. Sementara ini, dalam konteks membantu menenangkan pikiran dan hati mbak Indah, program kami, Distance Therapy dapat membantu walaupun tidak tuntas mengatasi masalah secara total. Distance Therapy, kami berikan GRATIS bagi siapapun. Cek caranya di halaman “Distance Therapy” di blog ini, atau di simple site kami: https://sites.google.com/site/mymiracleways/home/distance-therapy

      Semoga membantu.
      Salam.

      Suka

  16. Hi pak gunawan. Saya desi usia 35 tahun. Saya belum menikah apakah karna mental blok. Saya sudah berkali2 tunangan tapi tak jadi menikah. Klo sudah membicarakan hal serius tentang pernikahan saya merasa sangat takut pak. Apakah ini gejala mwntal blok dan apa solusinya. Trima kasih sebelumnya pak….

    Suka

    1. Hi mbak Desi yang baik…. Terimakasih telah singgah di blog ini. Anda telah mampu menyatakan bahwa “kalau sudah membicarakan hal serius tentang pernikahan, saya merasa takut..”. Menyadari hal ini, adalah hal yang sangat positif, artinya, anda telah mendiagnosis diri sendiri, mungkin ada sesuatu dalam diri anda yang menyebabkan “ketakutan” itu. Cobalah “tengok ke dalam”, ada apa dengan kata “pernikahan” dalam benak mbak Desi, yang kemudian diterjemahkan oleh pikiran dengan manifestasi berupa “takut” itu. Tengoklah ke dalam, syaratnya: pikiran rileks. Dan untuk saat ini, sambil menunggu langkah berikutnya yang akan anda ambil, saya coba bantu anda dengan lebih merilekskan pikiran dan hati anda melalui program Distance Therapy (GRATIS). Silakan cek di halaman “Distance Therapy” di blog ini atau di simple site saya di https://sites.google.com/site/mymiracleways/home/distance-therapy.

      Semoga membantu.
      Salaam…

      Suka

  17. Pak mohon bantuannya, saya seorang laki-laki berusia 19tahun. Saya memiliki masalah mental Block dalam bersosialisasi. Saya sadar tetangga-tentangga saya itu baik semua, toh dulu saya mudah akrab dengan mereka. Namun akhir akhir ini saya malah takut untuk silaturahmi dan saya merasa diasingkan. Untuk keluar rumah pun saya takut. Saya hanya berani bergaul pada keluarga saya saja itupun kalo sudah akrab. Sama kaka saya sendiri pun saya takut. Lantas bagaimana solusi nya pak itu menghilangkan rasa takut untuk bersosialisasi. Saya ucapkan terimakasih banyak pak

    Suka

    1. Pengetahuan sadar anda tentang tetangga yang baik dsb itu sangat membantu anda, bahwa anda sedang tidak ada masalah dengan pergaulan sosial/ sosialisasi. Hanya saja, bawah sadar anda atau “kesadaran anda yang lain” yang bicara lain. Untuk sementara, anda bisa memperkuat kondisi bawah sadar atau “kesadasaran yang lain” dari diri anda melalui program Miracle Way Distance Therapy (GRATIS). Silakan baca duku di sini ya… http://miracleway.web.id/distance-therapy/

      Ok, semoga membantu. Salaam.

      Suka

  18. Hai bapak, saya berumur 17 tahun pak, nah saya ingin tahu pak, sebelumnya saya udah lulus SMA pak. Saya merasa saya terkena mental blok tentang bahasa Inggris pak, soalnya saat SMA saya merasa gk suka atau merasa gk ingin belajar itu bahasa Inggris pak, dan itu terbukti dengan nilai bahasa Inggris saya standar saja. Saya merasa ketika SMP saya sudah mengalami itu pak, saat SMP saya agak takut kalo ada pelajaran bahasa Inggris. Saya sudah coba berpikir untuk mengetahui kenapa saya takut sama bahasa Inggris, apakah karena saya punya trauma atau apa, tapi kadang-kadang dipikiran terbelesit guru bahasa Inggris saat SD tapi saya merasa tidak punya salah dengan dia, hubungannya baik2 saja, apakah saya merasa punya salah dengan yg lain/trauma sehingga susah untuk belajar bahasa Inggris? Atau emang pikiran negatif sejak SMP yg membuat mental blok ini?. Ketika saya sudah berpikir positif dan memulai belajar bahasa Inggris pikiran saya seolah2 bilang “percuma”: (. Nah rencananya saya ingin mind reprogamiing tentang bahasa Inggris pak karena di era globalisasi ini dituntut untuk bisa berbahasa Inggris. Saya ingin bisa melawan mental blok itu pak. Tapi apakah mind reprogamming itu efektif untuk saya? Dan apakah efeknya pak? Atau ada cara lain untuk menghancurkan mental blok saya pak? Terima kasih.

    Suka

    1. Tulisan anda ini sebenarnya telah membuktikan bahwa anda telah memiliki kekuatan mental untuk melawan dan mengikis mental block yang anda alami itu. Itu cuma bangunan persepsi yang anda miliki secara tidak disadari. Kuatkan kemauan tersebut untuk mampu melawan dan mengikis mental block tersebut. Sebelum kita bisa ketemu untuk mind reprogramming, anda bisa memperkuat state (kondisi) mental tersebut melalui program kami: Miracle Ways Distance Therapy (MWDT) yang kami selenggarakan secara GRATIS. Silakan baca petunjuknya di http://miracleway.web.id/distance-therapy/

      MWDT ini tidak secara langsung menghancurkan mental block, namun memperkuat state mental untuk mengiringi belajar anda. Coba rasakan bedanya setelah mengikuti MWDT, dan jangan lupa sambil belajar secara sadar ya.. Coba refresh materi-materi pelajaran bahasa Inggris yang pernah anda terima. Affirmasi positif agar anda bisa “berdamai dengan kesulitan bahasa Inggris” bisa anda lakukan pada bagian awal sesi MWDT ketikan meniatkan ikut MWDT (coba baca duku deh panduannya). Jika setelah pelajari di link tsb anda masih merasa perlu bertanya, jangan ragu bertanya langsung kepada kami.

      Semoga bisa membantu. Salaam.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s