The Science of Helping Others


Sebuah pelajaran sederhana tentang makna “KOMPETISI DALAM HARMONI” atau The Science of Helping Others (Ilmu tentang Membantu Sesama). Membantu sesama (orang lain) pada hakikatnya adalah MEMBANTU DIRI SENDIRI !

Kebanyakan manusia modern berpikir bahwa untuk bisa survive dalam kehidupan yang keras kita harus memenangkan kompetisi atau pertarungan dalam kehidupan. Hampir tak ada ruang buat membantu orang lain dalam konteks persaingan itu. “Membantu orang lain hanyalah menambah saingan, akan memperkecil peluang untuk menang”. Demikian kira-kira ajaran yang dipercaya.

Namun, bagaimana jika dalam persaingan tersebut MEMBANTU ORANG LAIN justru mempertahankan survivalitas kita sendiri?

Kisah berikut patut kita dalami…

James Bender dalam bukunya, “How to Talk Well” [New York; McGray-Hill Book Company,Inc., 1994], memuat kisah tentang seorang petani yang menanam jagung unggulan dan sering kali memenangkan penghargaan petani dengan jagung terbaik sepanjang musim.

Suatu hari, seorang wartawan dari koran lokal melakukan wawancara dan menggali rahasia kesuksesan petani tersebut.

Wartawan ini menemukan bahwa petani itu membagikan benih jagungnya kepada para tetangganya.

“Bagaimana Anda bisa berbagi benih jagung dengan tetangga Anda, lalu bersaing dengannya dalam kompetisi yang sama setiap tahunnya?” tanya wartawan, dengan penuh rasa heran dan takjub.

“Tidakkah Anda mengetahui bahwa angin menerbangkan serbuk sari dari jagung yang akan berbuah dan membawanya dari satu ladang ke ladang yang lain. Jika tetangga saya menanam jagung yang jelek, maka kualitas jagung saya akan menurun ketika terjadi serbuk silang. Jika saya ingin menghasilkan jagung kualitas unggul, saya harus membantu tetangga saya untuk menanam jagung yang bagus pula,” jawab petani.

Petani ini sangat menyadari hukum keterhubungan dalam kehidupan. Dia tidak dapat meningkatkan kualitas jagungnya, jika dia tidak membantu tetangganya untuk melakukan hal yang sama.

Dalam kehidupan, mereka yang ingin menikmati kebaikan, harus memulai dengan menabur kebaikan pada orang-orang di sekitarnya. Jika Anda ingin bahagia, Anda harus menabur kebahagiaan untuk orang lain. Jika Anda ingin hidup dengan kemakmuran, maka Anda harus berusaha meningkatkan taraf hidup orang-orang di sekitar Anda.

Anda tidak akan mungkin menjadi ketua tim yang hebat, jika Anda tidak berhasil meng-upgrade masing-masing anggota tim Anda. KUALITAS ANDA DITENTUKAN OLEH KUALITAS ORANG-ORANG DI SEKITAR ANDA.

Orang Cerdas sejatinya adalah orang yang mencerdaskan orang lain, begitu pula orang yang baik adalah orang yang berbuat kebaikan bagi orang lain.

*Tulisan awal berasal dari Adi W. Gunawan, yang saya tambal-sulam dan saya beri judul “The Science of Helping Others”.

 

Adakah pengalaman anda selaras dengan kisah di atas? Mari kita diskusikan, untuk membangun kekuatan hati bersama-sama…

“Menanam jagung di kebun kita….” (lagu anak-anak) mungkin ada kaitannya dengan filosofi menanam jagung bersama-sama.. agar menghasilkan prestasi bersama-sama.. Atau, memunculkan prestasi diri dengan menciptakan habitat dan lingkungan yang mendukung.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s