Setiap Situasi Adalah BAIK


Postingan ini sebenarnya adalah  repost dari postingan lama (2011): https://miracleone.wordpress.com/2011/11/09/dunia-persepsi/.

Saya repost, –dengan beberapa tambahan–, karena isinya penting dan menginspirasi kita untuk SELALU BERPIKIRAN POSITIF DAN TIDAK PELIT UNTUK BERSYUKUR (MEN-SYUKURI SETIAP KEADAAN). Walau seringkali pikiran positif itu lebih berupa paksaan, kadang doktrinal.

Faktanya: kita sering meragukan pikiran positif itu. Buktinya adalah: dalam memahami (dan berusaha menerima) kebenaran yang terkandung dalam pesan moral dalam kisah yang saya posting tersebut. Baiklah, saya kutip langsung saja, dan setelahnya akan saya tuliskan versi lain dari kisah inspirasional tersebut.

Saya menawari anda untuk (bersama-sama) merefleksikan kembali isi kisah tersebut dalam pengalaman hidup anda (juga saya): benarkah demikian?


Ini postingan saya di tahun 2011, di blog ini juga (link di atas):

 

Kisah Dari Tiongkok Lama
(bukan Kho Ping Hoo lho…)

Seorang petani tua dan seekor kudanya, di sebuah pedesaan di Tiongkok…

Pada suatu hari, kuda itu lari, menghilang di pegunungan… Semua tetangga berbela sungkawa… berempati sambil mengasihani si petani sambil beranggapan bahwa nasib buruk sedang menimpa si petani..
Si petani menjawab: “Nasib buruk? Nasib baik? Siapa tahu?”

Seminggu kemudian kuda itu pulang sambil membawa teman-temannya (kuda juga tentunya), sekawanan kuda liar, puluhan ekor banyaknya…. Para tetangga mengucapkan selamat kepada si petani karena si petani dianggap beruntung..
Gumam si petani: “Nasib baik? Nasib buruk? Siapa tahu?”

Kemudian, anak si petani mencoba menjinakkan salah seekor dari kuda liar itu, ia terjatuh dari punggung kuda dan patah kakinya. Semua orang merasa kali ini sungguh nasib malang menimpa si petani !
Tidak demikian dengan anggapan si petani. Tanggapannya: “Nasib buruk? Nasib baik? Siapa tahu?”

Beberapa minggu kemudian setelah peristiwa itu, masuklah serombongan tentara ke desa si petani. Mereka mendaftar semua orang muda yang sehat dan tidak cacat, untuk diikutkan wajib militer ! Ketika mereka melihat seorang pemuda yang patah kaki, mereka melepaskan pemuda itu.
Apakah itu “nasib baik”? “Nasib buruk”? Siapa tahu?

Sumber: Anthony de Mello, Sejenak Bijak. Terjemahan. (angka tahunnya saya lupa.. hehe…)

~~~
Setiap hal, sepintas tampaknya buruk, bisa jadi (menjadi) baik setelahnya atau baik secara terselubung. Demikian juga sebaliknya.

Semua tergantung PERSEPSI (dan REAKSI) kita terhadap ihwal yang kita persepsi sebagai “baik” atau “buruk” tersebut. Karena ihwal yang kita lihat, dengar dan rasakan sesungguhnya hasil refleksi kita ke dalam pikiran, yang tercipta ke dalam pikiran, yang disebut “realitas internal”.

Realitas eksternal (dunia yang kita lihat) yang sesungguhnya telah terjelma menjadi realitas internal, yang kemudian menentukan reaksi selanjutnya.***


Kemudian, beredar versi lain di group-group WA, FB dsb….

Seperti ini…

CARA MEMANDANG ‘NASIB’

 

Dahulu kala, ada seorang petani miskin memiliki seekor kuda putih yang sangat cantik dan gagah..

 

Suatu hari, seorang saudagar kaya ingin membeli kuda itu dan menawarkan harga yang sangat tinggi.. Sayang si petani miskin itu tidak menjualnya.. Teman-temannya menyayangkan dan mengejek karena dia tidak menjual kudanya..

 

Keesokan harinya, kuda itu hilang dari kandang nya..

 

Maka teman-temannya berkata : “Sungguh jelek nasibmu, padahal kalau kemarin kamu jual, kamu kaya, sekarang kudamu sudah hilang..”

Si petani miskin hanya diam saja tanpa komentar…

 

Beberapa hari kemudian, kuda si petani kembali , bersama 5 ekor kuda liar lainnya..

Lalu teman-temannya berkata : “Wah..! Beruntung sekali nasibmu, ternyata perginya kudamu membawa keberuntungan..”

Si petani  tetap hanya diam saja..

 

Beberapa hari kemudian, anak si petani yang sedang melatih kuda-kuda baru mereka terjatuh dan kakinya patah..

Teman-temannya berkata : “Rupanya kuda-kuda itu membawa sial, lihat sekarang anakmu kakinya patah..”

Si petani tetap diam tanpa komentar..

 

Seminggu kemudian terjadi peperangan di wilayah itu, semua anak muda di desa dipaksa untuk berperang, kecuali si anak petani karena tidak bisa berjalan..

 

Teman-temannya mendatangi si petani sambil menangis : “Beruntung sekali nasibmu karena anakmu tidak ikut berperang, kami harus kehilangan anak-anak kami..”

 

Si petani kemudian berkomentar :

“Janganlah terlalu cepat membuat kesimpulan dengan mengatakan nasib baik atau jelek..

Semuanya adalah suatu rangkaian proses yang belum selesai…

Syukuri dan terima keadaan yang terjadi saat ini..

Apa yang kelihatan baik hari ini belum tentu baik untuk hari esok..

Apa yang buruk hari ini belum tentu buruk untuk hari esok..

Tetapi yang pasti, Tuhan Maha Tahu untuk hal yang terbaik buat kita…

Bagian kita adalah, mengucapkan syukur dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki-Nya dalam hidup kita ini..


Intinya SAMA.

Semua tentang PERSEPSI.

PERSEPSI kita tentang apa-apa yang kita alami, atau pengalaman hidup kita.

Kisah tersebut adalah sebuah pengingat atau inspirasi atau motivasi untuk SELALU BERPIKIRAN POSITIF  DAN SELALU BERSYUKUR DALAM SETIAP KONDISI/ SITUASI!

Pelajarannya:

 

  1. Tidak selalu, kondisi/ situasi “baik” itu baik terus, ada kalanya bisa berubah menjadi “buruk” (tepatnya: menjadi kondisi yang kita persepsikan “buruk”).
  2. Demikian juga, tidak selalu, kondisi “buruk” (tepatnya: yang kita “persepsi buruk”) itu buruk terus, adakalanya berubah menjadi “baik”.
  3. Kondisi “baik” atau “buruk” adalah PERSEPSI.
  4. Munculnya PERSEPSI adalah dari KEPENTINGAN kita !
  5. Ajakan untuk MELIHAT KEADAAN dengan cara JERNIH !
  6. Bahwa: setiap kondisi yang kita alami adalah BAIK.
  7. Hanya saja, KEPENTINGAN kita sajalah yang menganggapnya berlawanan dengan keadaan sebenarnya!

 

Sekarang…..

Mari kita refleksikan pada PENGALAMAN HIDUP kita…

Bagaimana pengalaman hidup kita?

Kapan kita berada pada posisi/ kondisi/ situasi yang kita sebut “buruk”? Dan apa sajakah kondisi/ situasi yang kita sebut “buruk” itu? Ketika misalnya kita sedang “ketiban sial”? Tidak disapa teman? Ditinggal pacar? Terbelit utang? Hidup susah bertahun-tahun? Dsb… Itukah “kondisi buruk”? Kemudian, setelah “kondisi buruk” itu…. adakah “kondisi baik” yang muncul mengiringinya? Setelah keburukan/ kesulitan ada kebaikan/ kemudahan?

 

Tidak muncul kebaikan (kondisi baik)/ kemudahan setelah kondisi buruk/ kesulitan itu? Ingat-ingat dan pikirkan lagi: “apa pelajaran yang anda terima/ rasakan setelah mengalami hal-hal “buruk”/ “sulit” itu?

 

Ya… “setelah keburukan (kondisi buruk) atau kesulitan datanglah kebaikan (kondisi baik) atau kemudahan”“Tuhan itu baik”.

Itukah kalimat doktrin yang anda sering bingungkan atau ragukan “kebenarannya”? Atau, setidaknya anda paksakan menerimanya karena takut dosa, padahal hati meragukannya (karena bertolak belakang dengan apa-apa yang ada alami)?

 

Ok… sementara kita abaikan dulu “doktrin”, kita kembali kepada pengalaman empiris kita, untuk membuktikan….

 

Ok… tugas anda adalah…

Silakan TULISKAN:

  1. Pengalaman anda yang anda sebut “buruk”.
  2. Pengalaman anda yang anda sebut “baik”.
  3. Tautkan kedua pengalaman (masing-masing “pengalaman buruk” dan “pengalaman baik), dan cari korelasinya (keterkaitannya): apakah “pengalaman baik” itu berkaitan dengan “pengalaman buruk” tersebut? Tegasnya: “pengalaman baik” itu sebagai ganti dari “pengalaman buruk” yang terjadi sebelumnya? Mirip kisah kuda petani tadi dst….?

 

Apa KESIMPULAN anda ?

 

Mengapa Tuhan men-skenario kita seperti pengalaman hidup kita tadi? Dapatkah anda menjawabnya dan menjelaskannya?

Dan apa KESIMPULAN anda?

Kemudian, apa TEORI anda tentang KEHIDUPAN?

Apa SARAN anda untuk orang lain?

Dan bagaimana MENGELOLA PERSEPSI agar POSITIF – PRODUKTIF – MENGUNTUNGKAN?

 

Bersediakah anda (bersama saya), BERBAGI PENGALAMAN ini kepada saudara-saudara kita yang lain, agar mereka juga memiliki PEMAHAMAN HEBAT seperti anda sekarang ?

Saya ingin mengumpulkan berbagai PENGALAMAN HEBAT kita semua agar bisa dibagikan kepada saudara-saudara kita yang lain…. untuk SALING MENGUATKAN…

Jika anda sependapat dengan saya, maukah anda BERBAGI KISAH PENGALAMAN HEBAT anda tersebut?

Jika OK, saya ingin membagikan KISAH HEBAT anda (kita semua) melalui blog ini… Jika memungkinkan, suatu saat akan saya terbitkan menjadi sebuah buku… Kontributornya adalah anda semua, pemilik kisah hebat..

Anda bisa mengirim KISAH HEBAT pengalaman pribadi anda kepada saya melalui email:

miracleone.in@gmail.com

 

Kisah tersebut akan saya tampilkan di blog ini.

Jika telah memenuhi syarat, akan saya terbitkan.

Semoga menginspirasi saudara-saudara kita yang lain…

 

“Saling membagikan kebaikan adalah sebuah kebaikan yang saling menguatkan”

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s