Sukses Belajar


Sukses Belajar?

Apa yang anda pikirkan tentang ‘sukses‘? Tentang ‘belajar‘?

Dan apa pula ‘sukses belajar‘ itu?

Sukses Belajar. Ditentukan oleh definisi kita tentang “sukses”. Apa indikator “sukses” dalam belajar. Dan apa pula batasan “belajar”. Okay, kalau yang dimaksud adalah ‘belajar” dalam arti “meningkatkan kemampuan kognitif” misalnya melalui kegiatan sekolah, kursus, kuliah, baca buku, dan aktivitas-aktivitas lain yang sejenis, maka, apa TARGET dari aktivitas “belajar” tersebut? Dan apa INDIKATOR “sukses”. Definisi yang kita buat akan menentukan AKSI dan TARGET kita. Termasuk HASIL-nya.

Ok.. ‘belajar’ memiliki makna yang luas. Ia tidak sebatas pada ‘menghadapi tumpukan buku’, tetapi apapun yang bisa memberdayakan diri, yang bisa mengubah pemikiran dan tingkah laku: dari “sekian” menjadi “sekian plus”… dst hingga tak terbatas. Ini bisa berarti termasuk pula pengamatan terhadap alam sekitar kita. “Segala kehidupan dan pergaulan adalah belajar”, ujar Prof. Langeveld. Benar. Namun dalam bahasan ini, untuk sementara kita batasi aja, ‘belajar’ adalah aktivitas yang berurusan dengan “bahan-bahan bacaan” dan “sumber-sumber informasi” dalam bentuk apapun: buku, sumber elektronik (termasuk internet), guru/ dosen, teman diskusi, dsb.. dan lazim dilakukan oleh pelajar/ mahasiswa. Ini aja dulu. Lain waktu kita perluas ya….🙂

Kemudian, ‘sukses’, yang maksudnya sukses belajar, yang lazimnya diartikan: hasil belajar, adalah berupa PEMAHAMAN (awas: bukan ‘hafalan’ lho).
Betul, PEMAHAMAN. Sudah kan…. apa lagi?

Ok… mari kita uji sejenak, dengan konsep pemberdayaan pikiran.

1. Ketika belajar, akan belajar, apa yang ada di benak Anda? Apa tujuan Anda belajar? Ngapain Anda berada di sini? Apa misi Anda? Dapat nilai maksimal atau pemahaman maksimal ? (bagi pelajar/ mahasiswa).
2. Ketika memilih “dapat nilai maksimal” (bukankah ini tujuan pelajar/ mahasiswa belajar, bos..? <—- eit.. ntar dulu..), maka yang ada dalam benak adalah: “ketika nilai maksimal (jika bisa lho..) sudah tercapai… MISI SELESAI. GAME OVER. Ganti menu. Tak punya lagi urusan dengan materi yang tadi diperjuangkan, alias tidak membutuhkan lagi obrolan tentang materi yang tadi diperjuangan. Dengan kalimat lain: PIKIRAN ANDA MEN-DELETE materi yang telah Anda anggap game over (karena nilai sudah keluar, dan bagus). Jangka panjangnya, Anda akan berpikiran sempit dan tidak stratejik.
3. Ketika memilih “dapat pemahaman maksimal”, Anda menggunakan “goal sementara” ini sebagai titik sementara (sasaran antara) yang ingin dicapai sekaligus titik tumpu untuk meniti pemahaman berikutnya, Anda hanya tinggal selangkah: MEMBUKTIKAN bahwa pemahaman Anda bisa dipertanggungjawabkan: Ekspresikan! Aktualisasikan! Tunjukkan! Demonstrasikan! Maka point 2 (nilai maksimal) dengan sendirinya terlampaui! Anda dapat 2 sekaligus yakni: pemahaman PLUS nilai. Mantaft kan….

Bandingkan dengan yang point 2 (cuma ngejar nilai doank), ya cuma dapet nilai (bukankah setiap manusia akan memperoleh sesuatu sesuai dengan yang ia kejar/ usahakan/ maksudkan?).. hehe… :)… ya brenti di situ, artinya: pemahaman, ya enggak.. (ingat: pikirannya telah men-delete-nya begitu misi dianggap selesai!). Itu kalau dapat nilai maksimal, kalau enggak..? Ya agak dapet dua-duanya… na.. runyam kan….🙂
Khusus point 3 ini, berarti urusan selesai donk… pemahaman sepertinya hal yang mendasar deh… Iya sih, tapi jangan lupa: yang Anda hadapi banyak lhoh…. artinya, banyak pula yang harus dipahami dalam waktu yang bersamaan! Kalau ngomongin mata pelajaran/ mata kuliah, ada berapa mapel/ makul yang harus DIPAHAMI dalam 1 semester? Masing-masing mapel/ makul memerlukan berapa buku/ literatur untuk dibaca habis dan dipahami? Juga dilatih? Belum sumber-sumber lain? Belum ngerjain tugas-tugas mata kuliah? Itu semua masih pencapaian KOGNITIF lho… belum yang AFEKTIF dan PSIKOMOTORIK? Artinya, ada praktikum, studi lapang, dll.. Dan ngomongin pembelajaran utuh yang juga mencakup PRAKTIK (praktik bertindak betulan.. yaitu di dalam kehidupan nyata….) Anda masih harus mempertimbangkan mengikuti KEGIATAN SEKOLAH/ EKSKUL/ EKSTRA KAMPUS untuk mengasah keterampilan (skill) teori secara langsung! Coz, belajar dengan membaca setara dengan pemahaman hingga 10%, belajar dengan praktek langsung, menggunakan semua indera untuk belajar, setara dengan 90 % pemahaman…. maka… gimana Anda melakukannya? Hitung waktu dan energi yang Anda punya!
Tadi sempet ngomongin “goal sementara”, apa maksudnya? “Goal sementara” tadi tu artinya kan “pemahaman”. Ya, “pemahaman” kan untuk mencapai goal berikutnya: GOAL / TUJUAN AKHIR BELAJAR ANDA. Masing-masing orang jelas punya tujuan berbeda. Yupz, nanti kita pelajari lebih lanjut deh, apa dan bagaimana merajut tujuan belajar yang memberdayakan!

Uft…. Kayaknya ribet banget ya Oom…

Well.. saya ingin tanya, apa yang Anda akan lakukan untuk mencapai tujuan Anda, apapun tujuan yang Anda maksudkan. Na… ribet pula kan… banyak sih…. hehe…🙂

Yang saya katakan tadi, adalah MEMPERSIAPKAN DESAIN BELAJAR SECARA SISTEMATIS !

Coz yang Anda hadapi kan BANYAK, dan HASIL yang DIHARAPKAN juga (maunya) MAKSIMAL… maka.. cara yang digunakan haruslah cara-cara yang LUAR BIASA.. !

Ingat cara biasa = hasil biasa. Cara luar biasa = hasil luar biasa !

Become a Super Learner!

Pikiran, menyimpan potensi yang luar biasa. Kegiatan banyak, gak masalah… jika gunakan cara belajar efektif, semua kegiatan bisa dilakukan, dan berita bagusnya, menggunakan energi yang tidak terlalu banyak (hemat emergi untuk hasil optimal) !

Wow….

Nah… ketika ketiga point di atas dah selesai Anda siapkan dan jawab, berarti TAHAP PERTAMA dah beres… Misi dilanjutin ya…. Kini, TAHAP KEDUA, yakni MEMFOKUSKAN PADA YANG INGIN ANDA CAPAI dengan PENUH KEYAKINAN!

Pada tahap ini, ada 2 kata kunci: FOKUS, YAKIN.

Ok.. bagaimana menjadi FOKUS dan YAKIN?

Fokus, perlu latihan, seiring dengan waktu belajar…
Yakin, hanya perlu refresh sejenak…

Pikirkan ini: YAKIN-kah Anda bisa melompati parit selebar 1 meter? 1,5 meter? 2 meter? 2,5 meter? 3 meter? 3,5 meter? dst.. MENGAPA???
Coba Anda rumuskan sendiri, makna YAKIN itu…. Jika dah ketemu, Anda bisa mencapai YAKIN! Ingat, jika telah yakin, usaha akan lancar.. urusan beres bahkan gak tersangka-sangka… Dari YAKIN, KEYAKINAN, timbul KEAJAIBAN ! Get your own miracle ! Join Miracle Ways

Ok…

Inilah konsep pengembangan diri yang terpadu (integrated) dengan urusan belajar sehari-hari.jailah konsep belajar cerdas, SMART LEARNING. Coz, learning smart tidak sama dengan learning hard ! Tahu yak bedanya, kira-kira….🙂 Gampang aja toh…. learning smart, ya gunakan cara yang smart untuk belajar… yakni belajar dengan efektif, energi otak gak terhambur dengan boros tapi hasil OK…. ajaib? Yak, coz otak is ajaib…. Makanya saya beri nama.. miracle learning.

Maka… segera mulailah ! SEKARANG ! Ingat: waktu Anda… Anda punya berapa banyak WAKTU yang tersedia.. dan ia terus berjalan…. Jangan biarkan diri Anda terlindas oleh waktu yang tak kenal kompromi… ! Buat keputusan ajaib SEKARANG !
Maka.. BERTINDAKLAH.. SEKARANG !

Permudah pikiran Anda…. ! Karena cara ini mudah, dan mempermudah….

Next: Miracle Learning

One thought on “Sukses Belajar

  1. Reblogged this on WK on Politics UB and commented:
    Sukses Belajar. Ditentukan oleh definisi kita tentang “sukses”. Apa indikator “sukses” dalam belajar. Dan apa pula batasan “belajar”. Okay, kalau yang dimaksud adalah ‘belajar” dalam arti “meningkatkan kemampuan kognitif” misalnya melalui kegiatan sekolah, kursus, kuliah, baca buku, dan aktivitas-aktivitas lain yang sejenis, maka, apa TARGET dari aktivitas “belajar” tersebut? Dan apa INDIKATOR “sukses”. Definisi yang kita buat menentukan AKSI dan TARGET kita. Termasuk HASIL-nya.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s