Pada Awalnya Semua Orang Adalah Indigo


Apa itu indigo? Mengapa bisa indigo? Zaman sekarang tidak perlu kemampuan indigo. Benar. Tetapi kemampuan otak dan pikiran yang baik sangat diperlukan. Bisakah kemampuan indigo dilatih? Kami tidak merekomendasikan. Tetapi, kemampuan ketajaman pikiran sangat perlu dilatih. Kemampuan pikiran bawah sadar (subconscious mind competence) sangat membantu memperkuat pikiran, memperkuat belajar.

Secara alamiah, otak dan pikiran manusia mengalami perkembangan dalam penggunaanya, sejak zaman pra-sejarah, barengan dengan munculnya manusia itu sendiri di bumi ini. Kemampuan otak secara alamiah itu sangat luar biasa. Perlakuan terhadapnya-lah yang membuat kemampuan otak dan pikiran menjadi bervariasi.

Mari kita sisir kemampuan otak dan pikiran manusia ini sejak awal kejadiannya.

Sesuai judul artikel ini, ya, benar. Pada awalnya manusia adalah “indigo”, walaupun saat itu tidak ada penyebutan itu. Penyebutan “indigo” adalah ulah orang jaman sekarang yang menyebut kemampuan “linuwih” itu dengan sebutan “indigo” untuk membedakan dengan “orang biasa”. Sebetulnya ya bukan ‘linuwih” atau “orang luar biasa”, tetapi memang itulah satu-satunya “teknologi” pada masa awal peradaban manusia ketika manusia berhubungan dengan alam dan membutuhkan perangkat penguasaan dan penakhlukan atas alam. Saat awal manusia muncul di bumi mereka hanya mengandalkan kemampuan yang ada pada dirinya untuk menghadapi keras dan ganasnya alam. Ini karena ilmu pengetahuan dan teknologi belum berkembang seperti sekarang sehingga satu-satunya cara mempertahankan diri untuk menjaga kelangsungan hidup di bumi adalah dengan mendayagunakan seluruh anggota tubuh yang ada secara optimal.

Bagian terlemah dari tubuh manusia tetapi memiliki kekuatan pengendalian terbesar adalah otak. Organ lembek yang harus dilindungi tulang tengkorak keras ini merupakan pusat perintah, kendali, dan pengatur keseluruhan organ tubuh dan triliyunan sel lainnya (sekitar 100 triliyun sel pembentuk tubuh manusia).

Ketiadaan peralatan pada masa itu memaksa manusia berpikir menggunakan otaknya untuk menembus rintangan alam. Selain menciptakan peralatan sangat sederhana seperti batu pemantik api, senjata dari batu, perangkap binatang, pakaian dari kulit binatang buruan yang berbulu, dan lain sebagainya, manusia juga mengembangkan kemampuan organ tubuh terutama panca inderanya.

Kekuatan daya sensor panca indra meningkat karena secara alami dibutuhkan, dan tidak ada teknologi lain. Kebutuhan untuk misalnya mata untuk melihat binatang buruan yang berada di tempat jauh, telinga untuk mendengarkan suara binatang buas yang berbahaya pada malam hari, penciuman untuk mengendus bau air di tengah padang pasir dan lain-lain. Peningkatan kekuatan daya sensor panca indra ini berlangsung terus-menerus karena sering dipergunakan, dan apabila sampai pada suatu kondisi puncak tertentu kemampuannya bisa sangat mencengangkan.

*Pelajarannya adalah:

  1. Keterpaksaan (tidak ada teknologi lain).
  2. Berlatih secara rutin (sering digunakan, karena dibutuhkan setiap hari)

PENGGUNAAN OTAK SEBAGAI TEKNOLOGI INFORMASI – KOMUNIKASI

Mengindera dengan otak
Proses pengindraan dengan alat inderawi adalah kegiatan sensor informasi dengan menggunakan alat bantu. Tingkat kekuatan alat bantu, seperti mata, telinga, hidung, lidah dan kulit yang sering disebut panca indra sangat menentukan hasil penginderaan yang dicapai. Alat indera yang lemah atau rusak tidak bisa menghasilkan proses penginderaan yang baik. Begitu juga tingkat kemampuan sistem syaraf pusat dengan ujung-ujung syarafnya ikut menentukan proses penghantaran sinyal-sinyal listrik statis dari alat indera ke otak.

Pada orang indigo fungsi alat bantu panca indera dikurangi dan sebagai gantinya digunakan penginderaan langsung oleh otak dengan tugas sensor dibantu oleh ujung-ujung syaraf di tepi otak bagian luar. Ujung-ujung syaraf otak ini menangkap secara langsung pancaran gelombang yang mendatanginya dan mengirimkannya menjadi sinyal-sinyal listrik untuk diolah di otak.

Gelombang Otak
Dalam melakukan kegiatannya otak menggunakan energi dari tubuh yang kemudian diubah menjadi energi listrik. Tegangan listrik yang dibutuhkan oleh otak untuk bekerja hanya 1/10 volt. Dengan sinyal-sinyal listrik inilah otak bekerja menerima, mengolah dan menyampaikan informasi. Semua kegiatan otak ini berlangsung di sel-sel yang jumlahnya 1 triliyun, 100 milyar sel aktif dan 900 milyar sel-sel penghubung.

Dalam melakukan kegiatannya otak memancarkan gelombang yang disebut gelombang otak. Gelombang otak ini dibedakan menurut frekuensinya, yaitu Gamma (berfrekuensi 16-100 Hz), Beta (12-19 Hz), Alpa (8-12 Hz), Theta (4-8 Hz), Delta (0,5-4 Hz) dan yang terakhir ditemukan oleh Dr. Jeffrey D. Thompson, D.C., B.F.A, dari Neuroacoustic research, bahwa masih ada gelombang otak dengan frekuensi dibawah delta, atau dibawah 0.5 hz, yakni gelombang Epsilon. Semua gelombang tadi merambat di udara dengan kecepatan cahaya sebesar 299.792,46 kilometer per detik.

Gelombang otak inilah yang ditangkap oleh sensor di otak orang indigo sebagai pembawa informasi dan dipancarkan kembali sebagai bentuk penyampaian informasi atau perintah. Gelombang otak berfrekuensi sangat rendah, sehingga mudah dipantulkan oleh penghalang, seperti partikel debu dan akan tersebar sehingga mudah dikumpulkan. Kebanyakan otak orang Indigo bekerja di gelombang dengan frekuensi sangat rendah (Alpha ke bawah).

Kemampuan yang tidak umum dan aneh berikut ini sering dihubung-hubungkan dengan mistik. Padahal kemampuan ini murni kelebihan daya kerja otak dari manusia secara umum, hingga mampu terhubung dengan dimensi yang lebih tinggi.

Telepati

Telepati adalah kemampuan membaca pikiran dan perasaan manusia atau makhluk lain sering dihubungkan dengan cakra mata ketiga cakra adalah semacam lubang hitam (black hole) pada jiwa kita yang posisinya terletak di depan kepala (dahi) yaitu di antara dua alis. Enam kemampuan setelah ini juga mengandalkan kekuatan “chakra mata ketiga”.

Mata ketiga tersebut pada tubuh kita terletak di otak bagian depan. Secara fisik berupa ujung-ujung syaraf di kulit luar otak yang berperan sebagai sensor gelombang yang datang.

Setiap kali orang berpikir dan beremosi maka otak akan memancarkan gelombangnya. Maka, hati-hatilah dengan pikiran dan emosi anda!

Gelombang berfrekuensi rendah ini merembet dan memantul ke sana kemari dengan kecepatan cahaya kemudian diindera oleh sensor di otak orang indigo dan diolah di otak untuk diubah menjadi sebuah gambaran.

Kemampuan membaca pikiran dan perasaan menangkap gelombang dimiliki hampir semua orang indigo, termasuk juga anak-anak Indigo yang masih bayi. Sedangkan kemampuan berkomunikasi jarak jauh mengirim gelombang hanya dimiliki oleh orang indigo tertentu saja.

Klervoyans

Kemampuan untuk melihat kejadian yang sedang berlangsung di tempat lain. Sama seperti pikiran dan perasaan yang memancarkan gelombang, setiap peristiwa di alam juga memancarkan gelombang. Gelombang tersebut dipancarkan oleh setiap makhluk yang terlibat dalam peristiwa itu, bahkan benda mati sekalipun memancarkan gelombang dari gerak elektron pada atom dan getaran molekulnya. Kemampuan ini meliputi juga kemampuan melihat benda-benda yang tersembunyi atau berada di suatu tempat yang tertutup.

Prekognision

Hal ini berhubungan dengan kemampuan memprediksi dan membuat peristiwa yang akan terjadi. Memprediksi peristiwa artinya menggambarkan sebuah kejadian yang akan terjadi sedangkan membuat peristiwa maksudnya menetapkan kejadian yang akan terjadi di masa depan. Kemampuan untuk menetapkan suatu peristiwa di masa depan termasuk kemampuan sulit yang jarang dimiliki oleh orang Indigo secara umum.

Prediksi diperoleh dengan 2 cara, yakni dengan melihat langsung kejadian yang sedang berlangsung di masa depan atau membaca dan menyimpulkan data-data yang ada di masa sekarang dan menyimpulkan sebuah kemungkinan terbesar yang akan terjadi di masa depan.

Cara pertama dilakukan dengan jalan mengembara di dimensi waktu. Rahasianya terletak pada keanehan sifat dimensi waktu. Dimensi waktu tidak berbentuk linier seperti dimensi ruang, tapi berbentukl spiral dengan arah putaran ke dalam dimensi ruang. Anda bayangkan tangga berputar berbentuk spiral di dalam sebuah gedung.

Karena arah putaran spiral dimensi waktu mengarah ke dalam dimensi ruang, maka pancaran gelombang yang dipancarkan sebuah peristiwa di masa lalu atau masa depan bukan berasal dari luar tubuh tapi dari dalam tubuh. Meskipun datangnya gelombang dari dalam tubuh diperlukan usaha lebih keras menangkap gelombang ini karena sifat dimensi waktu yang bisa melebar dan menyempit tak terbatas (tidak berhingga). Inilah yang disebut mengembara di dimensi waktu.

Namun di dalam dimensi waktu terdapat sebuah jalan pintas, yakni adanya dawai kosmik yang terletak memotong spiral waktu. Anda bayangkan sebuah lift yang memotong tegak lurus arah putaran tangga spiral tadi. Perjalanan dengan menggunakan lift pasti lebih cepat dibandingkan dengan menuruni tanggal berjalan berputar.

Pada prakteknya mengembara di dimensi waktu bagi seorang Indigo cukup dengan konsentrasi dan membayangkan suatu waktu (tahun, bulan, tanggal, atau jam) tertentu gambarannya bisa berupa kalender dan sebuah jam, dan melihat apa yang terjadi pada saat itu. Akan lebih mudah kalau ada orang / saksi yang diketahui terlibat pada peristiwa itu.

Kemampuan-kemampuan yang sekarang hampir punah ini pada prinsipnya menggunakan gelombang otak yang dikendalikan untuk dapat menembus dimensi lain. Kemampuan ini berkembang jika dilatih dan digunakan secara fokus dan rutin sebagai kebutuhan. Manusia purba memiliki kemampuan ini karena kebutuhan menakhlukkan alam. Dan kemampuan ini lama kelamaan menipis dari generasi ke generasi, seiring dengan perkembangan teknologi. Orang juga tidak mau bersusah susah. Ngapain pakai telepati kalau dengan HP bisa ngobrol bebas dan santai. Dengan skype malah bisa sambil melihat orangnya.

Kemampuan ini akhirnya menipis dan menghilang. Adapun pada zaman modern ini ada orang yang memiliki kemampuan ini secara alamiah tanpa suatu latihan khusus, itu amat jarang. Kemampuan clairvoyance dan claire-audience beberapa orang memilikinya.

Pendayagunaan gelombang otak untuk menajamkan memori dan mengaktifkan kemampuan bawah sadar pada zaman sekarang bukannya tidak mungkin. Fungsinya saja yang kita arahkan pada tujuan yang lebih produktif. Jika “hanya” untuk komunikasi, sudah ada HP dengan aneka variannya. Namun, menajamkan memori (daya ingat) dan kemampuan lain yang menggunakan olah pikir, tetap diperlukan sampai kapanpun.

Metode miracle learning dan miracle brain yang menstimulus gelombang otak dengan teknik tertentu dan menghasilkan “efek” yang tidak biasa (walaupun tidak “sehebat” kemampuan indigo), adalah salah satu program Miracle Ways, dan kemudian kami sempurnakan dengan “Heart and Mind Intelligence” (ada 3 level). Bahkan ada seorang siswa kami yang mengembangkan kemampuan intelijensi hati-pikirannya ini untuk mampu mendengarkan dari jarak jauh, walaupun itu bukan target kurikulum Miracle Ways untuk kasus ini. Targetnya adalah meningkatkan daya pikir dan stamina agar mudah belajar. Metode ini efektif untuk pelajar. ***

Baca juga:

Pikiran Terhubung Dengan Orang Lain

Kemudian:

Miracle Learning

Miracle Brain

Heart and Mind Intelligence

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s