Miracle Learning Training Program


Miracle Learning Training Program (MLTP) adalah salah satu program Miracle Waysuntuk melatih peserta dalam mengaplikasikan Miracle Learning guna melejitkan potensi dan kemampuan otak dan kemampuan belajar melalui serangkaian aktivitas pelatihan dengan kurikulum khusus.

Manfaat  Miracle Learning:

  1. Menyeimbangkan fungsi otak kiri dan otak kanan.
  2. Memperkuat kemampuan daya ingat (memori jangka pendek dan jangka panjang), sehingga antara lain dapat digunakan untuk mengingat dan menghapal kosa kata, rumus, bagian-bagian penting isi buku, dsb.
  3. Mempermudah pemahaman ketika membaca isi buku teks dan bahan belajar lainnya.
  4. Mempercepat pemahaman ketika mendapat penjelasan dari guru, teman, dsb (cepat nyanthol).
  5. Mampu membaca cepat (speed & mental reading).
  6. Meningkatkan fokus/ konsentrasi belajar.
  7. Meningkatkan kreativitas.
  8. Meningkatkan semangat dan percaya diri.
  9. Meningkatkan ketajaman intuisi hingga berlipat-lipat. Kemampuan ini dalam jangka panjang dapat meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan secara cepat dan tepat (intuitive decision making) mengiringi pembuatan keputusan secara logika dan pilihan rasional.
  10. Meningkatkan kestabilan emosi.
  11. Menumbuhkembangkan “loving intelligence” atau “intelejensi cinta” yang mewujud dalam sikap empati pada sesama dan cinta kasih (kepada orangtua, saudara, teman dll)
  12. Menumbuhkembangkan kecerdasan emosional dan spiritual.
  13. Menumbuhkembangkan kemampuan kerjasama team dan collaborative working (kerja kolaborasi) *pilihan.
  14. Menumbuhkembangkan kemampuan problem solving (pemecahan masalah dan pencarian solusi) *pilihan

Keterangan:

  1. Nomer 1 – 12 adalah kemampuan personal (individual).
  2. Nomer 13 dan 14 adalah kemampuan personal dalam teamwork.
  3. Kemampuan nomer 1 – 12 dilatihkan kepada peserta selama 2 hari yakni hari ke-1 dan ke-2 pelatihan.
  4. Kemampuan nomer 13 dan 14 dilatihkan kepada peserta pada hari ke-3 (pilihan).

 

Siapa Yang Boleh Mengikuti Pelatihan Ini?

Pelatihan ini dirancang khusus untuk para pembelajar yang menginginkan desain pendidikan dan pembelajaran bagi dirinya sesuai dengan potensinya, yang ingin fokus pada keahlian yang direncanakannya dan ingin menjadikan dirinya pribadi yang berkualitas dan tangguh yang sesuai dengan tuntutan jaman, kreatif, berdaya pikir kuat dan cerdas (dengan memperhatikan kecerdasan ganda yang dimiliki oleh setiap manusia) serta memiliki empati dan cinta kasih. Apapun yang dipelajari atau diminati: boleh ilmu alam (natural sciences) maupun ilmu sosial (social sciences).

Pelatihan ini mengajarkan dan melatih peserta untuk mampu mendayagunakan kemampuan otak, pikiran dan hatinya untuk menghadapi persoalan dan dunianya. Pelatihan ini tidak mengajarkan mata pelajaran tertentu yang dipelajari di sekolah, tetapi mengajarkan cara belajar dan mendayagunakan (me-utilisisasi) kemampuan dirinya (otak – pikiran – hati) untuk menghadapi mata pelajaran di sekolah.

Harap para orangtua memahami hal ini sebelum memutuskan mempercayakan putra-putrinya kepada kami.

Secara khusus, syarat boleh mengikuti pelatihan ini:

  1. Berusia 8 – 18 tahun.
  2. Memahami komunikasi dalam bahasa Indonesia dan atau bahasa Inggris (pelatihan/ training menggunakan bahasa Indonesia / Inggris/ bilingual/ tergantung kesepakatan).

(Catatan: mereka yang masuk kategori ini tetapi memiliki keterbatasan dan atau masalah khusus, harus konsultasi secara khusus sebelum mengikuti pelatihan ini).

 

MiracleTrainer Miracle Learning Training Program (MLTP):

Wawan E. Kuswandoro, M.Si., C.Ht.

Master Trainer dan Pencipta metode Miracle Ways, Miracle Learning dan Miracle Ways Concentration Camp (MWCC).

 

 

Keterangan:

  1. Pelatihan bisa dilaksanakan secara in-house training (di rumah peserta).
  2. Boleh memilih: personal individual saja maupun personal individual plus teamwork. Jika memilih personal individual plus teamwork, khusus pelaksanaan teamwork dilakukan bersama peserta lain.
  3. Calon peserta boleh mendaftarkan diri secara team (berkelompok), namun pada saat pelatihan personal individual dilakukan secara personal (privat). Kemudian, jika berlanjut ke pelatihan teamwork, baru dilaksanakan secara kelompok. Jika mendaftarkan diri secara kelompok, mendapat potongan biaya.
  4. Tidak bisa memilih hanya personal teamwork.
  5. Semua peserta mendapatkan bonus terapi relaksasi, pelepasan emosi negatif, penyaluran energi positif dan aura positif bersama orangtua, untuk merekatkan emosi pribadi dan emosi bersama.
  6. Semua peserta mendapatkan bonus tambahan penyaluran energi positif dan aura positif secara pribadi maupun bersama orangtua, secara jarak jauh pasca terapi (SELAMANYA) untuk lebih memelihara aura positif.
  7. Orangtua mendapat bonus tatacara komunikasi terapeutik yang memberdayakan anak.

 

SPECIAL INFO:

Nikko PPIT CQPada jadual pelatihan MLTP pada bulan Juli – Agustus 2016, pelatihan teamwork mendapat BONUS MATERI MOTIVASI & KISAH SUKSES (SUCCESS STORY) oleh alumni Miracle Learning Training Program dari Tiongkok (alumni asal Indonesia yang sedang kuliah di Chongqing Medical University, Tiongkok).

Pelajari RAHASIA SUKSES dia ! Bagaimana ia memulai dari seorang pelajar SD – SMP – SMA hingga Perguruan Tinggi dengan sarat prestasi akademik dan aktif pada kegiatan-kegiatan non akademik, serta bagaimana dia sekarang menjabat Ketua Umum Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok Cabang Chongqing tanpa mengorbankan belajarnya sehingga tetap menjadi mahasiswa berprestasi.

 

 

 

Miracle Ways™ Concentration Camp


Miracle Ways Concentration Camp (MWCC) adalah kamp konsentrasi (eits.. bukan kamp konsentrasi Hitler lho ya…:) ), tetapi ini adalah kamp konsentrasi untuk melatih peserta secara efektif untuk melejitkan potensi dirinya berdasarkan keunikan dan kekhasan potensi dirinya dalam pembelajaran holistik.

Didirikannya Miracle Ways Concentration Camp (MWCC) ini tak lepas dari sejarah terbentuknya dan pengalaman Miracle Ways itu sendiri, yang bergerak dalam penanganan kasus-kasus personal terkait problem mental, problem belajar dan penguatan performa personal dan pengembangan diri (personal development). Terapi secara personal yang diberikan kepada para klien dan penanganan klien pada program Miracle Learning menginspirasi  diwujudkannya kamp pelatihan pembelajaran holistik Miracle Ways Concentration Camp (MWCC) ini.

Dari pengalaman sejak tahun 2010 dalam liku-liku pemberdayaan personal berbasis terapi ini, kami meringkas pemberdayaan holistik pada diri seseorang secara simultan hingga pencapaian personal changing sebagaimana 9 target di bawah ini, dari pelatihan dengan pendampingan simultan selama 3 bulan menjadi pelatihan 2 minggu, dan kemudian kami ringkas menjadi pelatihan 3 hari efektif dengan teknik efektif.

Lanjutkan membaca “Miracle Ways™ Concentration Camp”

Meutilisasi Hati dan Pikiran Untuk Produktivitas


Hati dan pikiran merupakan locus energi potensial manusia, yang jika di-utilisasi optimal dapat memunculkan kekuatan pemberdayaan diri yang dahsyat ! Dalam kondisi “biasa” tanpa “niat” apa-apa, kita seringkali mengalami fenomena “ajaib” ini, misalnya mengalami berada di tempat lain dalam kondisi hampir tidur (masih terjaga), mendengar atau masih merasakan kehadiran suara teman kita, orangtua kita, anak kita pada situasi yang lain, fenomena mimpi, dan sebagainya. Pada saat-saat tersebut, dalam hati langsung ada niat menghubungi orang-orang tersebut, dan ternyata mereka sedang memikirkan kita ! Ajaib ! Yes ! Pikiran dan hati memang menyimpan misteri sekaligus kekuatan! Ini bukan mistik, tetapi riil, seriil kejadian dalam contoh di atas: kita mengalami sungguhan.

Melanjutkan dan menyempurnakan teknik “Heart and Mind Intelligence” dalam artikel terdahulu, maka dalam artikel ini saya ingin menyajikan pengenalan dasar-dasar utilisasi kemampuan hati dan pikiran ini “lebih dari memproduksi fenomena aksidental diluar kontrol” kita seperti mimpi, merasakan kehadiran orang lain, sisa submodalitas audio yang tertinggal seperti merasakan suara orang lain, dsb. Namun, dengan kesadaran, kita ingin “menunggangi” atau memanfaatkan potensi kemampuan “tak berguna” (mimpi, dkk tadi itu) tersebut menjadi kekuatan yang sangat berguna dan dahsyat, yakni pemberdayaan diri! Dalam hal ini diaplikasikan dalam dunia kerja. Bagaimana penggunaan atau utilisasi hati dan pikiran menjadi daya pen-support bagi energi kerja yang menguatkan (lihat video).

Semoga bermanfaat!

 

The Theory of Bejo


THE THEORY OF EVERYTHING BEJO

“Berpikir beda (think different) membawa hoki berkelanjutan”. Begitu kata Steve Jobs Bejo.

Inilah epistemologi Bejo…

Suatu hari, seorang pengusaha sedang memotong rambutnya pada tukang cukur yang berdomisili tak jauh dari kantornya. Tiba-tiba mereka melihat ada seorang anak kecil berlari-lari dan melompat-lompat di depan mereka. Tukang cukur berkata, “Itu Bejo, dia anak paling bodoh di dunia!”

“Apa iya?” tanya sang pengusaha keheranan.

Lalu tukang cukur memanggil si Bejo. Ia merogoh kantongnya dan mengeluarkan uang koin bernilai 1000 dan 500, lalu memanggil anak itu. “Bejo, kamu boleh pilih. Ambil salah satu uang ini, terserah kamu mau pilih yang mana. Ayo nih!”

Bejo melihat ke tangan tukang cukur dimana ada uang koin 1000 dan 500, lalu dengan cepat tangannya bergerak mengambil uang yang bernilai 500.

Tukang cukur dengan perasaan benar dan menang segera menoleh kepada sang pengusaha dan berkata, “Benar kan yang saya katakan tadi? Bejo itu memang anak terbodoh yang pernah saya temui! Sudah tak terhitung berapa kali saya lakukan tes seperti itu tadi dan ia selalu mengambil uang logam yang nilainya paling kecil.”

Setelah sang pengusaha selesai memotong rambutnya, di tengah perjalanan pulang dia bertemu kembali dengan Bejo.

Karena merasa penasaran dengan apa yang dia lihat sebelumnya, dia pun memanggil Bejo lalu bertanya, “Bejo, sewaktu tukang cukur menawarkan uang koin 1000 dan 500, kok kamu malah ambil uang yang 500? Kenapa enggak ambil yang 1000? Nilainya kan lebih besar dua kali lipat dari yang 500?”

Bejo pun berkata, “Kalau begitu, saya tidak akan dapat lagi uang 500 setiap hari. Karena tukang cukur itu selalu penasaran kenapa saya tidak ambil yang nilainya seribu. Kalau saya ambil yang 1000, berarti permainannya akan selesai…!”

Sumber: www.andriwongso.com dengan judul asli “Pintar atau Bodoh?”


 

Mindset?

Make A Difference?

Thinking Out of The Box?

Think Unusual?

 

The Science of Helping Others


Sebuah pelajaran sederhana tentang makna “KOMPETISI DALAM HARMONI” atau The Science of Helping Others (Ilmu tentang Membantu Sesama). Membantu sesama (orang lain) pada hakikatnya adalah MEMBANTU DIRI SENDIRI !

Kebanyakan manusia modern berpikir bahwa untuk bisa survive dalam kehidupan yang keras kita harus memenangkan kompetisi atau pertarungan dalam kehidupan. Hampir tak ada ruang buat membantu orang lain dalam konteks persaingan itu. “Membantu orang lain hanyalah menambah saingan, akan memperkecil peluang untuk menang”. Demikian kira-kira ajaran yang dipercaya.

Namun, bagaimana jika dalam persaingan tersebut MEMBANTU ORANG LAIN justru mempertahankan survivalitas kita sendiri?

Kisah berikut patut kita dalami…

Lanjutkan membaca “The Science of Helping Others”

Setiap Situasi Adalah BAIK


Postingan ini sebenarnya adalah  repost dari postingan lama (2011): https://miracleone.wordpress.com/2011/11/09/dunia-persepsi/.

Saya repost, –dengan beberapa tambahan–, karena isinya penting dan menginspirasi kita untuk SELALU BERPIKIRAN POSITIF DAN TIDAK PELIT UNTUK BERSYUKUR (MEN-SYUKURI SETIAP KEADAAN). Walau seringkali pikiran positif itu lebih berupa paksaan, kadang doktrinal.

Faktanya: kita sering meragukan pikiran positif itu. Buktinya adalah: dalam memahami (dan berusaha menerima) kebenaran yang terkandung dalam pesan moral dalam kisah yang saya posting tersebut. Baiklah, saya kutip langsung saja, dan setelahnya akan saya tuliskan versi lain dari kisah inspirasional tersebut.

Saya menawari anda untuk (bersama-sama) merefleksikan kembali isi kisah tersebut dalam pengalaman hidup anda (juga saya): benarkah demikian?


Ini postingan saya di tahun 2011, di blog ini juga (link di atas):

 

Kisah Dari Tiongkok Lama
(bukan Kho Ping Hoo lho…)

Seorang petani tua dan seekor kudanya, di sebuah pedesaan di Tiongkok…

Pada suatu hari, kuda itu lari, menghilang di pegunungan… Semua tetangga berbela sungkawa… berempati sambil mengasihani si petani sambil beranggapan bahwa nasib buruk sedang menimpa si petani..
Si petani menjawab: “Nasib buruk? Nasib baik? Siapa tahu?”

Seminggu kemudian kuda itu pulang sambil membawa teman-temannya (kuda juga tentunya), sekawanan kuda liar, puluhan ekor banyaknya…. Para tetangga mengucapkan selamat kepada si petani karena si petani dianggap beruntung..
Gumam si petani: “Nasib baik? Nasib buruk? Siapa tahu?”

Kemudian, anak si petani mencoba menjinakkan salah seekor dari kuda liar itu, ia terjatuh dari punggung kuda dan patah kakinya. Semua orang merasa kali ini sungguh nasib malang menimpa si petani !
Tidak demikian dengan anggapan si petani. Tanggapannya: “Nasib buruk? Nasib baik? Siapa tahu?”

Beberapa minggu kemudian setelah peristiwa itu, masuklah serombongan tentara ke desa si petani. Mereka mendaftar semua orang muda yang sehat dan tidak cacat, untuk diikutkan wajib militer ! Ketika mereka melihat seorang pemuda yang patah kaki, mereka melepaskan pemuda itu.
Apakah itu “nasib baik”? “Nasib buruk”? Siapa tahu?

Sumber: Anthony de Mello, Sejenak Bijak. Terjemahan. (angka tahunnya saya lupa.. hehe…)

~~~
Setiap hal, sepintas tampaknya buruk, bisa jadi (menjadi) baik setelahnya atau baik secara terselubung. Demikian juga sebaliknya.

Semua tergantung PERSEPSI (dan REAKSI) kita terhadap ihwal yang kita persepsi sebagai “baik” atau “buruk” tersebut. Karena ihwal yang kita lihat, dengar dan rasakan sesungguhnya hasil refleksi kita ke dalam pikiran, yang tercipta ke dalam pikiran, yang disebut “realitas internal”.

Realitas eksternal (dunia yang kita lihat) yang sesungguhnya telah terjelma menjadi realitas internal, yang kemudian menentukan reaksi selanjutnya.***


Kemudian, beredar versi lain di group-group WA, FB dsb….

Seperti ini…

CARA MEMANDANG ‘NASIB’

 

Dahulu kala, ada seorang petani miskin memiliki seekor kuda putih yang sangat cantik dan gagah..

 

Suatu hari, seorang saudagar kaya ingin membeli kuda itu dan menawarkan harga yang sangat tinggi.. Sayang si petani miskin itu tidak menjualnya.. Teman-temannya menyayangkan dan mengejek karena dia tidak menjual kudanya..

 

Keesokan harinya, kuda itu hilang dari kandang nya..

 

Maka teman-temannya berkata : “Sungguh jelek nasibmu, padahal kalau kemarin kamu jual, kamu kaya, sekarang kudamu sudah hilang..”

Si petani miskin hanya diam saja tanpa komentar…

 

Beberapa hari kemudian, kuda si petani kembali , bersama 5 ekor kuda liar lainnya..

Lalu teman-temannya berkata : “Wah..! Beruntung sekali nasibmu, ternyata perginya kudamu membawa keberuntungan..”

Si petani  tetap hanya diam saja..

 

Beberapa hari kemudian, anak si petani yang sedang melatih kuda-kuda baru mereka terjatuh dan kakinya patah..

Teman-temannya berkata : “Rupanya kuda-kuda itu membawa sial, lihat sekarang anakmu kakinya patah..”

Si petani tetap diam tanpa komentar..

 

Seminggu kemudian terjadi peperangan di wilayah itu, semua anak muda di desa dipaksa untuk berperang, kecuali si anak petani karena tidak bisa berjalan..

 

Teman-temannya mendatangi si petani sambil menangis : “Beruntung sekali nasibmu karena anakmu tidak ikut berperang, kami harus kehilangan anak-anak kami..”

 

Si petani kemudian berkomentar :

“Janganlah terlalu cepat membuat kesimpulan dengan mengatakan nasib baik atau jelek..

Semuanya adalah suatu rangkaian proses yang belum selesai…

Syukuri dan terima keadaan yang terjadi saat ini..

Apa yang kelihatan baik hari ini belum tentu baik untuk hari esok..

Apa yang buruk hari ini belum tentu buruk untuk hari esok..

Tetapi yang pasti, Tuhan Maha Tahu untuk hal yang terbaik buat kita…

Bagian kita adalah, mengucapkan syukur dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki-Nya dalam hidup kita ini..


Intinya SAMA.

Semua tentang PERSEPSI.

PERSEPSI kita tentang apa-apa yang kita alami, atau pengalaman hidup kita.

Kisah tersebut adalah sebuah pengingat atau inspirasi atau motivasi untuk SELALU BERPIKIRAN POSITIF  DAN SELALU BERSYUKUR DALAM SETIAP KONDISI/ SITUASI!

Pelajarannya:

 

  1. Tidak selalu, kondisi/ situasi “baik” itu baik terus, ada kalanya bisa berubah menjadi “buruk” (tepatnya: menjadi kondisi yang kita persepsikan “buruk”).
  2. Demikian juga, tidak selalu, kondisi “buruk” (tepatnya: yang kita “persepsi buruk”) itu buruk terus, adakalanya berubah menjadi “baik”.
  3. Kondisi “baik” atau “buruk” adalah PERSEPSI.
  4. Munculnya PERSEPSI adalah dari KEPENTINGAN kita !
  5. Ajakan untuk MELIHAT KEADAAN dengan cara JERNIH !
  6. Bahwa: setiap kondisi yang kita alami adalah BAIK.
  7. Hanya saja, KEPENTINGAN kita sajalah yang menganggapnya berlawanan dengan keadaan sebenarnya!

 

Sekarang…..

Mari kita refleksikan pada PENGALAMAN HIDUP kita…

Bagaimana pengalaman hidup kita?

Kapan kita berada pada posisi/ kondisi/ situasi yang kita sebut “buruk”? Dan apa sajakah kondisi/ situasi yang kita sebut “buruk” itu? Ketika misalnya kita sedang “ketiban sial”? Tidak disapa teman? Ditinggal pacar? Terbelit utang? Hidup susah bertahun-tahun? Dsb… Itukah “kondisi buruk”? Kemudian, setelah “kondisi buruk” itu…. adakah “kondisi baik” yang muncul mengiringinya? Setelah keburukan/ kesulitan ada kebaikan/ kemudahan?

 

Tidak muncul kebaikan (kondisi baik)/ kemudahan setelah kondisi buruk/ kesulitan itu? Ingat-ingat dan pikirkan lagi: “apa pelajaran yang anda terima/ rasakan setelah mengalami hal-hal “buruk”/ “sulit” itu?

 

Ya… “setelah keburukan (kondisi buruk) atau kesulitan datanglah kebaikan (kondisi baik) atau kemudahan”“Tuhan itu baik”.

Itukah kalimat doktrin yang anda sering bingungkan atau ragukan “kebenarannya”? Atau, setidaknya anda paksakan menerimanya karena takut dosa, padahal hati meragukannya (karena bertolak belakang dengan apa-apa yang ada alami)?

 

Ok… sementara kita abaikan dulu “doktrin”, kita kembali kepada pengalaman empiris kita, untuk membuktikan….

 

Ok… tugas anda adalah…

Silakan TULISKAN:

  1. Pengalaman anda yang anda sebut “buruk”.
  2. Pengalaman anda yang anda sebut “baik”.
  3. Tautkan kedua pengalaman (masing-masing “pengalaman buruk” dan “pengalaman baik), dan cari korelasinya (keterkaitannya): apakah “pengalaman baik” itu berkaitan dengan “pengalaman buruk” tersebut? Tegasnya: “pengalaman baik” itu sebagai ganti dari “pengalaman buruk” yang terjadi sebelumnya? Mirip kisah kuda petani tadi dst….?

 

Apa KESIMPULAN anda ?

 

Mengapa Tuhan men-skenario kita seperti pengalaman hidup kita tadi? Dapatkah anda menjawabnya dan menjelaskannya?

Dan apa KESIMPULAN anda?

Kemudian, apa TEORI anda tentang KEHIDUPAN?

Apa SARAN anda untuk orang lain?

Dan bagaimana MENGELOLA PERSEPSI agar POSITIF – PRODUKTIF – MENGUNTUNGKAN?

 

Bersediakah anda (bersama saya), BERBAGI PENGALAMAN ini kepada saudara-saudara kita yang lain, agar mereka juga memiliki PEMAHAMAN HEBAT seperti anda sekarang ?

Saya ingin mengumpulkan berbagai PENGALAMAN HEBAT kita semua agar bisa dibagikan kepada saudara-saudara kita yang lain…. untuk SALING MENGUATKAN…

Jika anda sependapat dengan saya, maukah anda BERBAGI KISAH PENGALAMAN HEBAT anda tersebut?

Jika OK, saya ingin membagikan KISAH HEBAT anda (kita semua) melalui blog ini… Jika memungkinkan, suatu saat akan saya terbitkan menjadi sebuah buku… Kontributornya adalah anda semua, pemilik kisah hebat..

Anda bisa mengirim KISAH HEBAT pengalaman pribadi anda kepada saya melalui email:

miracleone.in@gmail.com

 

Kisah tersebut akan saya tampilkan di blog ini.

Jika telah memenuhi syarat, akan saya terbitkan.

Semoga menginspirasi saudara-saudara kita yang lain…

 

“Saling membagikan kebaikan adalah sebuah kebaikan yang saling menguatkan”

 

 

 

 

 

 

 

Fondasi atau Perabotan?


Ketika membangun rumah, anda membangun fondasi dulu atau mengisi perabotan?

Ketika membangun pendidikan anak, anda memilih yang bagaimana?

Cara berpikir, berpikir analitik, stratejik, logika, ketangguhan, itu FONDASI.

Pernak-pernik mata pelajaran, itu PERABOTAN.

Jangan keliru fokus!

Jika keliru fokus, dengan memfokuskan pada perabotan dan melalaikan fondasi…. bangunan rumah anda akan cepat berantakan…

Lihat sekarang !

 

Bagaimana menyiapkan bangunan pendidikan untuk anak-anak secara kokoh tak tertandingi? (kok kayak iklan ya.. hihi…).. agar anak-anak anda mampu melesat ke depan bak anak panah lepas dari busur seperti kata Kahlil Gibran…?

 

Anakmu ?


Anak Anakmu
(Kahlil Gibran)
Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu
Mereka adalah anak-anak kehidupan yang rindu akan dirinya sendiri
Mereka terlahir melalui engkau tapi bukan darimu
Meskipun mereka ada bersamamu tapi mereka bukan milikmu
Pada mereka engkau dapat memberikan cintamu, tapi bukan pikiranmu
Karena mereka memiliki pikiran mereka sendiri
Engkau bisa merumahkan tubuh-tubuh tapi bukan jiwa mereka,
Karena jiwa-jiwa itu tinggal di rumah hari esok,
yang tak pernah dapat engkau kunjungi meskipun dalam mimpi
Engkau bisa menjadi seperti mereka, tapi jangan coba menjadikan mereka sepertimu
Karena hidup tidak berjalan mundur dan tidak pula berada di masa lalu
Engkau adalah busur tempat anakmu menjadi anak panah yang diluncurkan
Sang pemanah telah membidik arah keabadian,
dan ia meregangkanmu dengan kekuatannya sehingga anak-anak panah itu dapat meluncur cepat dan jauh
Jadikanlah tarikan tangan sang pemanah itu sebagai kegembiraan
Sebab ketika ia mencintai anak-anak panah yang terbang,
maka ia juga mencintai busur yang telah diluncurkannya dengan sepenuh kekuatan.
 
Sebuah renungan..
Lantas bagaimana kita mempersiapkan anak-anak kita agar mereka siap meluncur melesat ke depan bak anak panah lepas dari busur…
Dan siap mengarungi jamannya kelak…
Jaman yang kita sendiri tidak mengerti tentangnya…

Tabir Yang Menyelimuti Pikiranku Telah Hilang


Pengalaman klien, bernama CP di Malang, perempuan, 32 tahun, seorang aktivis sosial profesional, menarik untuk dijadikan pelajaran. Dia seorang yang terbuka, berpergaulan luas, banyak teman, dan disukai teman. Punya pekerjaan bagus dan bertanggungjawab. Secara umum tidak ada masalah dengan pekerjaannya. Juga dengan aktivitas sehari-harinya. Akan tetapi dia merasakan ada tekanan dalam pikirannya dan merasa ada tabir yang menyelimuti pikiran yang membuatnya merasa kurang fokus dalam berpikir. Dia merasa terganggu dengan hal ini, walaupun tidak sampai mengganggu pekerjaannya. Tetapi beban yang dia tanggung dan rasakan bertambah berat karena harus “memaksa diri” menetralkan tabir yang menyelimuti pikirannya itu supaya pekerjaannya tidak terganggu.

Lanjutkan membaca “Tabir Yang Menyelimuti Pikiranku Telah Hilang”

Aku Kehilangan Diriku


“Aku kehilangan diriku”. Begitulah jika dikatakan, untuk menggambarkan seorang klien yang mengalami trauma akibat guncangan mental setelah peristiwa menyedihkan yang menimpanya setahun sebelumnya.

Seorang direktur (laki-laki, 48 tahun) lembaga entrepreneur sosial, di Malang, Jawa Timur, seorang pimpinan yang baik, sangat memotivasi anggotanya (karyawan), pekerjaannya bagus dan bisa memberi contoh produktivitas yang bagus kepada anak buahnya. Dan para anak buahnya (anggota/ karyawan) pun menyukainya. Maaf, tidak ada sebutan baku untuk para pekerja di lembaga ini. Bukan sebutan “karyawan” ataupun “anak buah” atau semacamnya. Semua disebut “kawan”. Egaliter sekali. Suasana nyaman pun terasa. Saya pun cukup sering main-main ke lembaga ini untuk ngobrol dari obrolan ringan hingga serius. Sang direktur adalah kawan saya. Dan semua “pekerja” di situ adalah kawan saya juga.

Hingga suatu saat, suasana berubah drastis setelah musibah keluarga sang direktur menghampirinya. Musibah ini sangat menghantam diri sang direktur. Sang direktur yang dulunya periang menjadi lebih banyak murung. Penuturan para karyawannya menyatakan bahwa sang direktur ini lebih sering berdiam diri, jarang bicara, murung, dan ketika bicara sering diulang-ulang seolah-olah dirinya sendiri lupa apa yang dibicarakan. Dan sering mengulang pertanyaan walaupun pertanyaan yang sama telah dilontarkannya. Memang tetap tidak pernah memarahi “karyawan”-nya, seperti biasa. Tetapi perubahan suasana personalitas seperti ini sangat dirasakan ‘karyawan” kantornya.

Hingga pada suatu ketika, sang direktur ini ngobrol dengan saya perihal apa yang dirasakannya pada saat ini yang sepertinya sedang mencapai puncaknya. Intinya, dia ini menceritakan apa-apa yang dirasakannya dan ia ingin sekali membuang apa-apa yang mengganggunya tersebut. Dia mengatakan, yang paling menganggunya adalah bahwa dia sekarang (saat itu) sangat sulit fokus, pikiran sering melayang bahkan di saat kerja.

Singkat cerita, saya dan dia sepakat untuk melakukan terapi. Sesi terapi berlangsung sekitar 3 jam, karena diselingi ngobrol, penjelasan-penjelasan, evaluasi dan eksplorasi emosi. Selama sesi, dia ditemani oleh salah seorang karyawan kantor yang juga ikut sesi (walaupun saya juga tidak tahu apa masalahnya. Pokoknya ikut saja.). Sesi dibagi 3 tahapan (disesuaikan dengan kondisi klien) untuk mengantar 2 beliau ini ke ‘state yang lebih mendamaikan emosinya’.

Pada tahap 1 saya evaluasi, keduanya mengalami “sensasi emosi” yang nyaman, berbeda dari kenyamanan sebelumnya yang ia rasakan dalam aktivitas penenangan diri. Pada tahap 2, keduanya merasakan efek yang jauh lebih kuat dari tahap 1, bahkan sang direktur ini merasakan “kekuatan lain” yang belum pernah dirasakan dan alami sebelumnya, yakni kuat duduk bersila hingga lebih dari 30 menit! Biasanya, jangankan 30 menit, bersila selama 5 menit saja sudah kesemutan. Emosi yang ia rasakan makin nyaman dan kuat (merasa kuat dari dalam). Dan pada tahapan ke-3, sensasi rasa emosi yang mengalami penguatan menyeruak ke tubuh fisik. Dia menuturkan bahwa dia merasakan perbaikan di bagian punggung sebelah bawah yang memang menjadi masalah baginya (pada awalnya niatannya hanya untuk penenangan diri dan penguatan emosi saja). Yah, anggap saja itu bonus. Dan yang terkait dengan “apa-apa yang ingin dia buang”, dia mengatakan, telah banyak berkurang, kira-kira 50%-an. Dia merasakan jauh lebgih nyaman.

Sedangkan sang karyawan yang ikut juga dalam sesi dengan 3 tahapan juga, mengalami hal yang hampir sama, yakni kondisi emosi yang lebih stabil dan kuat, hanya bedanya ia merasakan degup jantungnya lebih cepat, yang kemudian ia rasakan saja tanpa melawan, maka ia “dapat berdamai dengan degup jantung yang mengencang itu”. Hanya kira-kira setengah menit degup jantung itu namun kemudian kembali tenteram. Secara tidak sengaja, beliau ini telah mempraktikkan ajaran “berdamai dengan ketidaknyamanan”.

 

Terimakasih tak terhingga kami sampaikan kepada Tuhan…

Bimbingan, bantuan dan kasih sayang-Nya kepada hamba-Nya memang tiada batas…

 

 

 

Aku Hanya Butuh Kepercayaan


Kisah F dari Jayapura, Papua ini menarik sebagai pembelajaran bagi mereka yang terkait dengan pendidikan: sekolah, orangtua dan si anak itu sendiri. Ada kisah menarik di sekitar subjek ini. Dan pada subjek ini.

Dia (F, 15 tahun ) berasal dari keluarga di Jayapura, Papua, bersekolah (SMP) di Kota M, Jawa Timur. Dia tinggal di asrama sekolah. Keluhan yang disampaikan oleh orangtuanya kepada saya adalah bahwa F ini sangat malas belajar, kerjaan setiap harinya hanya nge-game, tidak suka bicara, jika diajak bicara (biasanya via telepon) selalu marah-marah. Tidak suka bertegur sapa dengan guru maupun teman kecuali teman akrabnya yang hanya 3 orang. Dia juga suka bolos, dan nilai pelajarannya buruk dan terancam tidak naik kelas. F anaknya introvert (tertutup), pendiam.

Singkatnya, sang orangtua meminta bantuan saya untuk melakukan terapi untuk anak ini (F). Kemudian kami bikin janji dan pada hari yang diperjanjikan kami bertemu sang papa yang datang dari Jayapura. Pertemuan berlangsung di sebuah hotel di Malang. Saya berkenalan dengan sang papa dan anak tersebut (F).  Langkah awal, saya berkenalan dan berusaha mengenal F lebih dekat untuk bisa menelusuri riwayat anak ini dan menerapkan terapi yang sesuai. Cukup susah pada awalnya karena anak ini benar-benar tidak mau buka mulut. Pertama saya datang ke kamarnya aja saya dicuekin seolah tidak ada seseorang yang datang. Dia tetap asyik dengan laptopnya dan sama sekali tak bergeming seolah hanya dia seorang diri di kamar itu. Wah.. kalau macam begini, agen CIA pun agak repot juga kayaknya untuk membuat anak ini buka mulut… hehe….🙂

 

[to be continued]

 

 

Heart and Mind Intelligence II


Heart and Mind Intelligence II

hipno4Anda yang telah (sekurang-kurangnya) membaca artikel “Pikiran Terhubung Dengan Orang Lain” dan “Heart and Mind Intelligence”, serta penjelasan pada page “Distance Theraphy”, bisa dilanjut dengan artikel ini. Artikel ini merupakan panduan praktis untuk mengaplikasikan metode “Heart and Mind Intelligence” secara mandiri di rumah (saya tetap memandu anda). Tujuan dan manfaat, silakan baca lagi di artikel-artikel tersebut. Artikel Heart and Mind Intelligence II ini adalah untuk TAKE ACTION.

Lanjutkan membaca “Heart and Mind Intelligence II”

Soft Skills dan Kesuksesan Hidup


Artikel tentang soft skills ini sebenarnya telah saya tulis, tetapi perlu saya posting ulang untuk mempermudah bagi yang memerlukannya. Juga, untuk menegaskan betapa pentingnya soft skills bagi kesuksesan para pembelajar. Saya sangat berharap agar pemahaman dan kesadaran mengenai soft skills ini benar-benar mewujud dalam aplikasinya.

Apa & Bagaimana Soft Skills Itu ?

Ketika seseorang menempuh pendidikan, apakah yang membuat hidupnya sukses kelak? Nilai/ IP tinggi? Kemampuan akademik tinggi? Ternyata bukan. Artikel ini tentu saja bukan pembenar bagi mereka yang punya nilai/ IP rendah atau berkemampuan akademik pas-pasan…he..he… :D  Dengan nilai/ IP tinggi dan kemampuan akademik OK aja belum menjamin sukses kok… Simak hasil riset ini…

Lanjutkan membaca “Soft Skills dan Kesuksesan Hidup”

30 Menit Lepas Cengkeraman Fobia Kendaraan 30 Tahun #2


Setelah penanganan klien 122210015 yang menderita fobia kendaraan lebih dari 25 tahun yakni pusing dan mual bahkan ketika baru masuk mobil/ bus/ pesawat, kini klien baru (122210017), ia merasa tegang berlebihan hingga mau pingsan jika berkendaraan dengan kecepatan tinggi, baik roda 2 maupun roda 4, terutama jika ia dalam posisi yang dibonceng atau disetiri. Tiga hari setelah terapi, klien menelpon saya, mengatakan telah sembuh dan bisa nyetir mobil sendiri di jalanan Surabaya. Bahkan ngebut di jalan tol. Awas bos jangan ngebut…😀 Lanjutkan membaca “30 Menit Lepas Cengkeraman Fobia Kendaraan 30 Tahun #2”

Stop Rokok: Kebiasaan Merokok 30 Tahun Hilang Dalam 30 Menit


“30 Menit Melepaskan Diri Dari Kebiasaan Merokok Lebih Dari 30 Tahun”

Saya mem-posting artikel Stop Rokok ini setelah mendapatkan bukti nyata dari pengalaman pribadi saya sendiri. Berbeda dari postingan lain, yang berdasarkan pengalaman saya melakukan terapi atas orang lain, yakni para klien saya, postingan Stop Rokok ini saya awali dari pengalaman melakukan terapi terhadap diri saya sendiri ! Setelah saya benar-benar yakin efek terapi ini telah permanen sebagaimana yang saya rasakan saat ini (pada saat saya mem-posting artikel ini), barulah saya berbagi informasi ini. Pembuktian ini perlu saya lakukan karena saya (ketika itu) adalah perokok, atau dengan kata lain: saya adalah pasien.😀
Lanjutkan membaca “Stop Rokok: Kebiasaan Merokok 30 Tahun Hilang Dalam 30 Menit”

Fobia Sosial dan Gagal Percaya Diri


Varian lain fobia sosial bisa muncul pada seseorang dengan gejala gelisah, was-was, merasa diperhatikan orang dan orang-orang di sekitarnya serasa seperti hendak menerkam, menertawakannya, menghujatnya, menyalahkan pekerjaannya, dll. Lanjutkan membaca “Fobia Sosial dan Gagal Percaya Diri”

Fobia Kendaraan Selama 25 Tahun Lenyap Dalam 45 Menit


Setiap orang kebanyakan mengalami perasaan takut yang “tidak beralasan” atau “sulit diketahui apa penyebabnya” yang lazim disebut “fobia”. Fobia banyak ragam dan intensitasnya, mulai yang paling ringan seperti takut pada objek hasil ilusi atau khayalannya sendiri, hingga fobia pada binatang, benda, orang, keadaan atau situasi, dsb. Jika objek atau situasi yang memicu fobia itu ada dan bisa diindera oleh si penderita, maka akan muncul gejala-gejala seperti mual, pusing, lemas dsb. Gejala yang dirasakan juga memiliki intensitas bervariasi.

Seperti yang dialami oleh klien dengan kode 122210015 (37 tahun) yang mengalami fobia kendaraan tertutup (mobil, bus dan sejenisnya) yang dideritanya sejak berusia 10 tahun. Jika naik kendaraan jenis tertutup maka beliau langsung mual, pusing, keluar keringat dingin, lemas dsb yang menyebabkan kesulitan pada aktivitas sosial yang membutuhkan mobilitas menggunakan kendaraan tertutup. Kesakitan ini langsung muncul juga bahkan baru masuk mobil walaupun mobil berhenti sekalipun! Uniknya, klien ini tik apa-apa jika berkendara menggunakan sepeda motor. Lanjutkan membaca “Fobia Kendaraan Selama 25 Tahun Lenyap Dalam 45 Menit”

Menghilangkan Galau


APAKAH ANDA SEDANG GALAU ?

Galau. Sebuah kata sejuta makna. Sejuta rasa di balik fakta “galau”. Ia bisa hinggap pada siapa saja, tak hanya ABG.. Orang tua juga medium nikmat bagi “sang galau”. Pengen tahu cara menjinakkan galau?😀

Berikut ini adalah jurus anti galau, yang diajarkan seorang suhu dari Jepang. Simak jurusnya ya….  Lanjutkan membaca “Menghilangkan Galau”

Atasi Takut Bicara di Depan Umum


Takut atau grogi berbicara di depan umum? Pernah mengalami? Beberapa penyebab antara lain:

1. Merasa tidak menguasai materi yang akan dibicarakan atau bahkan memang tidak / belum menguasai materi yang akan disampaikan.

2. Khawatir ditertawakan orang. Lanjutkan membaca “Atasi Takut Bicara di Depan Umum”

Hipnoterapi Untuk Persiapan Ujian Nasional


Ditulis oleh:

Stebby Julionatan, Staff Humas dan Protokol Pemerintah Kota Probolinggo

Menjelang Ujian Nasional (UN) yang akan dilaksanakan April mendatang, beberapa sekolah dasar di Kota Probolinggo mulai menyiapkan murid-muridnya untuk menghadapi UN. Dan salah satu bentuk persiapan yang digelar oleh sekolah-sekolah tersebut adalah melalui hipnoterapi seperti yang beberapa waktu lalu digelar oleh MI Muhammadiyah, SDN Mangunharjo 6 dan SDN Kedungasem 4.

Lantas apakah hipnoterapi ini benar-benar efektif untuk meningkatkan kemampuan belajar siswa? Dan secara bagaimana pandangan dunia akademik mengenai hal ini? Lanjutkan membaca “Hipnoterapi Untuk Persiapan Ujian Nasional”

Anak Cerdas Berprestasi Tapi Mental Down


Kasus yang ini sebenarnya tidak unik karena siapapun bisa mengalami kondisi mental down. Jika sudah down, maka semangat juang jadi hilang, tidak tenang dan tidak mampu menguasai diri. Dalam banyak kasus bahkan diikuti dengan rasa nyeri pada lambung dan bagian pankreas. Jika keterusan ya bahaya juga, bisa terkena sakit fisik betulan. Namun jika kasus tersebut menimpa seorang anak (pelajar) yang tergolong “anak pintar”, cerdas, berprestasi dan tidak ada maslaah dengan pergaulan sosialnya, ini bisa dibilang “aneh”. Karena umumnya, “anak pintar” itu identik dengan “tidak ada masalah” .

NA, seorang pelajar berprestasi, cakap berkomunikasi pula, bahasa Inggris juga OK bahkan sering menjuarai berbagai event lomba mulai tingkat kota/ kabupaten hingga provinsi. Nah lu.. tambah aneh kan….😀 Lanjutkan membaca “Anak Cerdas Berprestasi Tapi Mental Down”

Sakit Jika Belajar


KONFLIK DIRI – SAKIT JIKA BELAJAR

[dari Pengalaman Klien dengan kode 101210003, 15 tahun]

Pernah dengar atau mungkin mengalami sendiri, seseorang yang mengalami konflik / “perang batin”, antara ingin melakukan suatu kegiatan tetapi di saat yang sama tindak ingin melakukannya karena pertimbangan rasional? Perasaan seperti sering muncul dan berkecamuk di kepala dan membuat sakit kepala. Semakin dipikirkan semakin sakit pula. Akhirnya cemas, gelisah, stress pun menghampiri… Jika keterusan bisa bahaya lho… Kemunculan simtom-simtom psikis semacam ini tidak hanya monopoli para orang tua, namun juga bisa mengenai anak-anak muda.

Keadaan akan semakin buruk ketika berurusan / terbentur/ teringat/ melihat/ mendengar orang atau benda/ objek yang semakin mengingatkannya pada perasaan tidak enak tadi itu. Jika berhubungan dengan rumah, maka biasanya ia akan tidak betah di rumah, makanpun tidak enak. Maka tak heran jika “pengidap” simtom ini lebih suka di luar rumah (*tapi tidak semua kasus mereka yang lebih suka di luaran mengidap simtom ini lho..😀 bisa juga karena sebab lain.. sst.. ini bukan soal kegiatan / pekerjaan lho, tetapi soal “kecenderungan yang tidak bisa dijelaskan”). Lanjutkan membaca “Sakit Jika Belajar”