Malas Belajar


Kasus “malas belajar” di kalangan pelajar ini memiliki banyak sekali penyebab, berbeda antara satu pelajar dengan yang lainnya. Dan dari semua kasus yang saya tangani, selalu berkaitan dengan masalah lain dan juga diikuti dengan masalah lain.

Dan, uniknya, saya sering tidak menangani secara langsung ke persoalan “malas belajar”, tetapi saya terapi masalah lain yang kadang juga tidak disampaikan oleh klien (dan tidak perlu disampaikan). Kebanyakan dari mereka memang hanya menyampaikan gejala-gejala (simtom) yang ia rasakan, misal merasa malas (belajar). Padahal bukan itu masalah utamanya. Itulah yang harus saya telusuri akar masalah dari klien yang mengadu dan mengaku terkena “penyakit malas belajar”.

Kasus malas belajar yang dialami klien berikut patut disimak.

1. Klien kode 101210007  (15 tahun): malas belajar, gugup.

2. Klien kode 102210008 (16 tahun): malas belajar, kurang motivasi, tidak semangat.

3. Klien kode 102210009 (16 tahun): malas belajar, banyak masalah di keluarga.

4. Klien kode 102210010 (15 tahun): malas belajar apalagi melihat buku-buku tebal, eneq.

5. Klien kode 102210011 (15 tahun): malas belajar, sulit bersosialisasi, tidak PD, tidak bisa mel;upakan masalah.

6. Klien kode 101210013  (15 tahun): malas belajar, tidak PD, sulit bicara.

7. Klien kode 102210014 (16 tahun): malas belajar, tidak PD, malas berpikir.

8. Klien kode 102210015 (15 tahun): malas bicara, sulit bicara, tidak PD.

9. Klien kode 102210016 (15 tahun): malas, tidak PD.

10. Klien kode 102210027 (16 tahun): malas, tidak PD, gugup jika akan bertanding (klien ini suka main sepakbola).

11. Klien kode 102210028 (16 tahun): malas, tidak PD, gugup, sulit mencerna materi pelajaran di kelas (dia menulis: “pelajaran yang diterangkan oleh guru sulit masuk ke dalam otak saya”).

Setelah terapi, seperti biasa, saya beri waktu 1 minggu untuk merasakan hasilnya. Seminggu kemudian, mereka menyatakan merasakan ada perubahan pada semangat belajar dan juga percaya dirinya (berhubungan).

Lihat TESTIMONI klien.

2 Balasan ke Malas Belajar

  1. atik suryanti berkata:

    bapak saya mau tanya, anak perempuan saya umur 11 thn skrg kls 7, kalau disuruh belajar, mandi, bantu pekerjaan ortu sedikit mesti sulit, harus diomelin dulu baru mau,gimana solusinya? yrimakasih

  2. miracleone berkata:

    untuk Ibu Atik Suryanti: anak-anak usia segitu secara umum mendasarkan kegiatannya pada rutinitas atau minat sesaat sehingga mereka ini kurang mengapresiasi tugas dan tanggungjawabnya atas dasar tujuan/ goal yang harusnya mereka miliki. Karenanya, mereka yang tergolong spt ini masih memerlukan stimulus/ rangsangan dari luar (biasanya: pengingatan, teguran, omelan, dsb) untuk menggerakkan minatnya. Dlm hal ini mirip fenomena pd ketika kita memencet tombol bel atau remote TV. Ketika mencet tombol/ remote (omelan, dsb) maka berbunyilah belnya/ menyalalah TV-nya (bergeraklah si anak: bekerja, belajar, dsb). Bagaimana cara menanganinya? Pertama, membangun komunikasi sejajar dg anak tanpa merasa di atas/ lbh berkuasa utk mengetahui motivasi anak knp ia suka menunda pekerjaan (disuruh mandi, belajar dsb sulit). Pasti ia sdg mengalami sesuatu yg membuatnya menunda pekerjaan2 tsb (mandi, belajar, dsb). Mengingatkan anak itu baik, tanpa menyinggung harga diri si anak. Pd usiai ini anak cenderung rentan persoalan harga diri. Hati2, semakin kita “bawel” anak akan makin tak suka. Kedua, saat anak happy, ajak bicara ttg tujuan belajarnya, cita2nya dsb, kemudian kaitkan dg apa yang menjadi syarat utk meraih cita2nya tsb… (di sini, anak akan berpikir ttg syarat tsb: belajar, dsb). Termasuk persoalan mandi (kayak sepele ya… :) ), terkait dg adanya kegiatan lain yg dirasa/ dipersepsi lbh mengasyikkan, makanya ia ogah meninggalkannya walaupun utk urusan mandi/ makan, dsb.. Caranya sama dg utk “mengingatkan belajar” di atas. Persoalan ini sering disebut “MENGUBAH PERSEPSI” dalam struktur pengalaman si anak. Pengingatan anak akan tujuan belajar, ibu bisa baca di artikel blog ini pada bagian “goal setting”. Smg membantu. Salam.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s