Manfaat Hypnotherapy


Hipnotherapy banyak sekali manfaatnya, karena ia bekerja di wilayah pikiran bawah sadar, yang menguasai 88% kontrol atas fungsi otak dan tubuh secara keseluruhan.

Hypnotherapy (“Modern/ Western Hypnotherapy”), yang dalam prakteknya saya kombinasi dengan ilmu-ilmu lain, seperti Neuro Linguistics Programming (NLP), Inner Power, Mind Power, termasuk yang disebut sebagai “Eastern Hypnosis” (sebagai pelengkap referensi aja, yang pada prinsipnya memiliki fungsi yang bersamaan), memiliki manfaat antara lain:

Bidang Pendidikan & Pengembangan Diri

Di bidang pendidikan dan pengembangan diri, hypnotherapy berperan pada penyiapan / penguatan prasyarat belajar, yakni kondisi emosi dan mental seorang pembelajar. Sebelum seseorang men-setting pembelajarannya, ia harus terlebih dahulu menyiapkan prasyaratnya. Kondisi mental atau emosi yang kurang stabil, masalah persepsi terhadap belajar/ pendidikan, mental blocking, “programming” yang keliru, trauma masa lalu, pengalaman kurang mengenakkan, perasaan tercemoohkan, merasa direndahkan, dsb, itu mengganggu pembelajaran yang bisa muncul kadang berupa kemalasan tanpa diketahui penyebabnya, kurang motivasi dan kurang percaya diri. Hypnoterapi berperan di sini, yakni melepas emosi-emosi negatif tersebut. Jika prasyarat utama ini telah beres barulah beranjak ke proses belajar, baik belajar secara “standard” maupun yang “tidak standard” (super learning). Untuk yang ini bisa dibaca pada bagian “Miracle Learning”.

Pada konteks prasyarat tadi, hipnoterapi mampu menumbuhkembangkan dan memperkuat motivasi diri, percaya diri, mengatasi hambatan psikis/ mental (mental block), mengatasi emosi negatif, menghilangkan fobia, trauma, luka batin akibat masa lalu, stress, memperkuat ingatan, konsentrasi, fokus, meningkatkan gairah belajar, membuang perasaan tidak enak ketika akan belajar (bagi sebagian pelajar terdapat kasus ini), menghilangkan grogi ketika menghadapi ujian, ujian nasional, pertandingan, dsb. Asalkan dilakukan dengan cara dan prosedur hipnoterapi yang tepat.

Prosedur dimaksud adalah teknik hipnoterapi yang sesuai untuk menangani suatu kasus dan menghindari teknik yang mubazir atau justru bahkan tidak boleh dilakukan. Terapis yang kurang hati-hati seringnya malah juga melakukan teknik yang sebenarnya tidak perlu dilakukan, misalnya dengan mewawancarai subjek (klien) dengan pertanyaan yang tidak relevan dengan masalahnya, hanya untuk memunculkan kesan “hebat” (baca: street hypnosis dan stage hypnosis). Padahal tidak semua kasus perlu “wawancara” lho… dan “wawancara” ini disamping menggunakan teknik khusus (ada ratusan teknik dalam hipnoterapi) juga harus memperhatikan beberapa hal diantaranya pemilihan kata/ kalimat yang powerful dan tidak bias, keamanan dan kenyamanan subjek, keterkaitan dengan orang lain, dsb.

Penerapan teknik yang tidak tepat, disamping mubazir, juga menimbulkan efek samping berupa pemunculan false memory (memori palsu) yang memengaruhi struktur pikiran subjek secara negatif (ingat: melakukan hipnoterapi berarti sedang “bermain-main” dengan pikiran bawah sadar yang amat powerful: 88% pegang kendali pikiran sadar dan tubuh!). Parahnya, seringkali pula dilakukan dengan disaksikan orang lain, yang kadangkala terdapat juga orang-orang yang justru punya keterkaitan dengan masalah subjek! Alamaaak... Yang terjadi malah bukan hasil terapi yang memberdayakan, malah munculnya permusuhan baru karena subjek berbicara dengan bawah sadarnya (note: bawah sadar itu jujur!) dan menyebut-nyebut nama orang yang berada di dekatnya sebagai orang yang menjadi bagian dari masalahnya atau orang yang dipersepsi oleh emosinya (misalnya suka atau benci, dsb)! Waduh… cilakak kalo begini! Bisa gaprukan setelah terapi.. hehe…. Makanya, untuk beberapa kasus tertentu, hipnoterapi sangat tidak disarankan dilakukan terhadap subjek dengan diketahui / bersama orang lain, atau dengan kata lain haruslah dilakukan secara privat, hanya subjek dan terapis saja. Ini untuk menghindari bias masalah. Ingat: hipnoterapi itu untuk membantu subjek menyelesaikan masalah, buka membuka masalah baru! Tetapi prinsip ini kadang-kadang (bahkan sering) juga dilanggar, sebagiannya karena terdorong oleh keinginan menunjukkan “kebolehannya” di hadapan orang lain. Waduh…. Jika mau begitu, lebih aman untuk jenis kasus umum yang tidak berkaitan dengan orang lain atau yang jika diketahui oleh orang lain, si subjek merasa aman, misalnya direct suggestion (teknik paling sederhana dalam prosedur hipnoterapi) untuk sugesti percaya diri dan motivasi, itupun jika persoalannya berkaitan dengan orang lain, harus dilakukan secara privat untuk menelusuri akar masalahnya (ada teknik khusus), dengan demikian penanganannya lebih tepat sasaran, aman dan hasilnya permanen. Sebaiknya berhati-hati dan membedakan secara tegas antara hypnotherapi dengan street hypnosis (hipnosis jalanan) maupun stage hypnosis (hipnosis panggung). Dua yang disebut terakhir ini tidak ada efek terapeutiknya, hanya untuk pembuktian adanya fenomena hipnosis dan untuk hiburan saja. Street hypnosis biasanya digunakan untuk berlatih bagi mereka yang baru belajar hipnosis atau untuk membuktikan adanya fenomena hipnosis saja, itupun memperhatikan kaidah dan etika per-hipnosis-an karena tetap pula ‘bermain-main” dengan bawah sadar orang. Demikian pula dengan stage hypnosis (hipnosis panggung).

Dan lagi, masih banyak kalangan praktisi yang menganggap semua hal akan selesai dengan “direct suggestion” saja!

=============================================

Contoh “malpraktik hipnoterapi” bisa dibaca di bagian bawah artikel ini, saya ambil dari catatan salah seorang guru saya, Adi W. Gunawan.

=============================================

Efek terapeutik dalam hipnoterapi harus diutamakan karena memang itu tujuannya. Dan untuk ini diperlukan pemilihan sugesti/ afirmasi dan pemilihan kata/ kalimat yang tepat !

Sebagai pelengkap info, dapat dilihat di sini. Atau, di bagian penjelasan saya tentang pengembangan diri.

Contoh hipnoterapi di bidang pendidikan dapat dilihat di sini.

Jadi jelas ya sob… hipnoterapi untuk pendidikan/ pembelajaran, bukan bikin anak/ seseorang langsung jadi lebih pinter, jenius dsb… Untuk jadi pinter dan jenius ya…. belajar. Hipnoterapi bukan membuat anak jadi pinter atau tambah pinter atau jenius, tetapi membantu anak-anak untuk bisa menyiapkan agenda belajarnya atau pendidikannya dengan lebih baik, terarah, fokus, sistematis plus infus semangat, motivasi dan percaya diri. Demikian pula dengan ujian, hipnoterapi berperanan pada penyiapan kondisi mental dan emosi yang diperlukan dalam ujian. Jadi bukan berarti (secara short cut) biar bisa lulus ujian…. wah.. wah… Sekarang gak salah kaprah lagi kan… ntar minta dihipnoterapi biar lulus ujian…. waduh… :)

Bidang Diklat

Dalam bidang pendidikan dan latihan (diklat), hipnoterapi juga powerful untuk membantu mereka yang sedang menyusun agenda pribadi dan kelompoknya (organisasi, perusahaan, dsb). Kalau pengen tau, lihat di sini deh.

Bidang Kesehatan

Di bidang kesehatan, hipnoterapi membantu mengatasi gangguan psikis, ketergantungan rokok, alkohol, dsb. Dalam dunia keperawatan dan kebidanan, bermanfaat untuk membantu proses persalinan tanpa rasa sakit, yang dikenal dengan istilah “HYPNO BIRTHING” atau HYPNOTHERAPY FOR BIRTHING. Di sini, hypnotherapy diarahkan dan di-setting untuk mengurai, mengedit dan mengendalikan Fear – Tension – Pain Syndrome, yakni faktor / sindroma penyebab sakit ketika melahirkan. Kasus psikosomatis (sakit tubuh akibat gangguan psikis) dapat juga dibantu penyembuhannya dengan hipnoterapi.

Kasus-kasus penyembuhan hipnoterapi di bidang kesehatan dapat dilihat di sini.


Memperbincangkan hipnoterapi dalam prakteknya selalu tidak bisa terlepaskan dari Neuro Linguistics Programming maupun terapi-terapi mental lainnya. Saya pun menggabung teknik-teknik tersebut dengan paduan referensi disiplin ilmu formal, untuk menangani jenis kasus tertentu maupun tujuan pemberdayaan diri secara luas, diklat, coaching termasuk pengembangan untuk bidang keorganisasian, korporasi, politik dan kebijakan publik.

Selebihnya bisa dilihat di Neuro & Mind Programming.

Dan masih banyak manfaat lain. Jika ingin tahu, ikuti terus ya… tulisan-tulisan saya di blog ini.

=================================

Catatan dari Bpk Adi W. Gunawan

Rumah Tangga Berantakan Karena PLR

21 Juli 2010 09:56

Artikel ini saya tulis dengan keprihatinan mendalam terhadap kasus hipnoterapi yang menurut hemat saya masuk dalam kategori malpraktik yang berakibat sangat buruk terhadap klien. Besar harapan saya setelah membaca artikel ini kita semua bisa lebih hati-hati dan arif dalam bertindak, baik sebagai klien maupun hipnoterapis, agar kasus seperti ini tidak terulang lagi.

Beberapa bulan lalu saya mendapat cerita dari salah satu murid saya yang menangani seorang pria yang depresi akibat ditinggal oleh istrinya setelah sang istri, sebut saja Ani, menjalani sesi “hipnoterapi” dengan seorang hipnoterapis terkenal di Jakarta.

Minggu lalu saya mendapat cerita dari murid saya yang lain yang mengatakan bahwa seorang suami, sebut saja sebagai Anto, meninggalkan istrinya juga setelah menjalani sesi “hipnoterapi”. Setelah bertanya lebih dalam akhirnya diketahui bahwa hipnoterapis yang menangani kedua kasus ini adalah hipnoterapis yang sama dan menggunakan teknik terapi yang sama.

Saya sungguh prihatin dengan apa yang dilakukan hipnoterapis ini karena menurut hemat saya ini sudah masuk kategori malpraktik yang sangat fatal.

Cerita lengkapnya begini. Pada kasus pertama, Ani bertemu dengan hipnoterapis ini untuk menjalani Past Life Regression (PLR). Alasan Ani adalah ia ingin mengetahui siapa soulmate-nya di kehidupan lampau. Tanpa bertanya lebih mendalam, menggali lebih detil alasan dan tujuan klien meminta PLR, hipnoterapis ini langsung melakukannya.

Singkat cerita soulmate Ani di “kehidupan lampau” ternyata bukan suaminya yang sekarang, di kehidupan ini. Soulmate-nya adalah pria lain, yang kebetulan ia kenal. Setelah mengetahui siapa soulmate-nya akhirnya Ani memutuskan meninggalkan suaminya dan memilih “melanjutkan” hubungan asmaranya dengan soulmate-nya. Ck.. ck… ck.. ini sungguh tidak masuk akal dan merusak kehidupan rumah tangga. Suami Ani shock dan kaget karena tiba-tiba ditinggal istrinya akhirnya mengalami depresi.

Pada kasus kedua, ceritanya lebih seru lagi. Setelah menikahi seorang gadis di kota kecil, Anto memilih untuk merantau ke Jakarta untuk bekerja dan mengadu nasib. Baru beberapa bulan di Jakarta ternyata Anto tertarik pada wanita lain. Semakin lama Anto semakin erat hubungannya dengan WILnya dan mulai tidak lagi menghiraukan istrinya.

Selanjutnya Anto bersama dengan WILnya menemui hipnoterapis ini dan meminta untuk dilakukan PLR. Saat ditanya oleh si hipnoterapis apa tujuan dilakukan PLR mereka menjawab untuk mengetahui apakah di kehidupan lampau mereka punya hubungan khusus atau tidak.

Informasi apa yang didapat setelah dilakukan PLR pada Anto dan WILnya?

Luar biasa. Ternyata “benar”, Anto dan WILnya di kehidupan lampau adalah soulmate. Berdasar temuan yang sangat meyakinkan ini Anto selanjutnya menelpon istrinya dan menyampaikan bahwa ia tidak bisa putus hubungan dengan WILnya karena wanita yang menjadi WILnya adalah seseorang yang istimewa, soulmatenya dari kehidupan lampau. Dan sejak saat ini pula Anto tidak lagi pernah menghubungi istrinya.

Sampai saat ini status hubungan Anto dan istrinya tidak jelas. Apakah masih akan terus ataukah pisah.

Pembaca, apa yang dilakukan oleh hipnoterapis ini sungguh suatu tindakan yang tidak bertanggung jawab dan sangat merusak keutuhan keluarga dan rumah tangga.

Mari kita bahas satu per satu. Pada kasus pertama, dari mana si hipnoterapis tahu bahwa benar pria yang dijumpai Ani di “kehidupan lampaunya” benar-benar adalah soulmatenya. Bisa jadi rumah tangga Ani kurang harmonis, ada masalah, dan ini adalah alasan bagi Ani untuk meninggalkan suaminya.

Apakah si hipnoterapis benar-benar bisa menjamin apa yang Ani alami adalah benar-benar pengalaman PLR ataukah sekedar hasil rekayasa atau ciptaan pikiran sadar Ani? Bisa jadi Ani memang berniat meninggalkan suaminya, sudah punya PIL.

Kasus kedua lebih parah lagi. Dalam hal ini hipnoterapis tidak cermat, tidak hati-hati, tidak profesional, dan hanya bekerja berdasarkan orderan. Logika berpikirnya sederhana. Kalau dua orang lagi jatuh cinta maka emosi cinta ini akan mempengaruhi baik pikiran sadar maupun bawah sadarnya. Jika lagi jatuh cinta maka tanpa PLR pun mereka bisa yakin 1.000% kalau mereka ini adalah soulmate. Lalu, buat apa lagi dilakukan PLR?

PLR yang dilakukan oleh si hipoterapis ini justru digunakan oleh Anto dan WILnya untuk membenarkan perbuatan mereka dan dijadikan alasan yang kuat dan masuk akal bagi Anto untuk meninggalkan istrinya.

Murid saya pernah bertanya, “Pak Adi, jika misalnya Bapak yang menangani kasus seorang wanita yang bertemu soulmatenya di kehidupan lampau dan ternyata soulmate-nya ini bukan suaminya di kehidupan sekarang, apa yang akan Bapak lakukan?”

Yang pertama, saya harus menegaskan ulang bahwa saya dan semua alumni QHI tidak diperkenankan melakukan PLR berdasarkan pesanan. PLR yang terjadi, kalaupun ada, adalah yang terjadi secara spontan. Dan dari pengalaman profesional saya sebagai hipnoterapis, dari lebih dari 1.000 kasus terapi personal yang saya tangani, yang mengalami PLR spontan tidak lebih dari 12 (dua belas) kasus saja.

Nah, sekarang kembali ke pertanyaan murid saya. Apa yang akan saya lakukan?

Jawaban saya selalu sebagai berikut: Saya akan menaikkan perasaan cinta dan sayang klien pada soulmate-nya  setingg-tingginya, dan setelah itu saya akan melakukan Ctrl-A, Ctrl-C, dan Ctrl-X perasaan cinta dan sayang klien pada soulmate-nya ini dan saya pindahkan semuanya ke suaminya yang sekarang. Sehingga klien akan menjadi sangat cinta dan sayang pada suaminya, yang sekarang, dan menjadi hambar dengan soulmate-nya. Case closed.

Mengapa tindakan ini yang pasti saya lakukan? Prinsip hidup saya menyatakan bahwa keutuhan rumah tangga harus dipertahankan dan ditingkatkan. Dengan demikian bila suatu rumah tangga ada masalah maka kita, hipnoterapis, dengan semua pengetahuan, pengalaman hidup, kebijaksanaan, dan teknik yang kita kuasai, harus membantu memulihkan kembali keutuhan rumah tangga ini. Tentu kami tidak bisa memaksa jika tidak ada komitmen dari kedua pihak, suami dan istri. Perpisahan orangtua selalu menimbulkan luka batin dalam diri anak-anaknya dan ini perlu dicegah.

Menurut hemat saya cerita tentang soulmate dari kehidupan lampau adalah alasan yang dicari-cari agar seseorang bisa melepas tanggung jawab untuk komit membina rumah tangga dan membahagiakan pasangannya.

Apakah benar kita bisa melakukan “transfer” perasaan? Bisa dan mudah. Semua hanya permainan pikiran. Tinggal teknik apa yang kita gunakan dan bagaimana caranya kita melakukannya.

Dari hasil diskusi dengan rekan sejawat saya, para hipnoterapis QHI, kami memutuskan untuk lebih berhati-hati menangani kasus rumah tangga atau perselingkuhan. Bila ada klien yang meminta kami untuk menghilangkan perasaan sayang, kasihan, atau cinta pada PIL atau WIL-nya, karena klien sekarang sadar dan sudah mau kembali ke pasangannya yang sah, maka kami pasti akan meminta klien untuk menunjukkan KTP, Surat Nikah, dan KSK.

Mengapa demikian? Bisa jadi klien berbohong. Yang ia katakan PIL atau WIL bisa jadi adalah pasangannya yang sah. Klien ingin menghilangkan perasaan cinta atau sayang terhadap pasangannya karena ia ingin hidup bersama selingkuhannya. Kalau ini yang terjadi maka kita hipnoterapis juga ikut andil dalam rusaknya rumah tangga klien.

Dengan teknik tertentu kami bisa menetralisir atau memunculkan perasaan tertentu, baik yang positif maupun yang negatif, dalam diri klien.

Kembali pada dua kasus di atas. Saran dan himbauan saya pada para pembaca semua agar lebih berhati-hati saat memilih hipnoterapis.

Pastikan hipnoterapisnya adalah yang kompeten, bertanggung jawab, berpengalaman, dan yang terutama melakukan hipnoterapi dengan kesadaran dan integritas yang tinggi yang ditujukan untuk kebaikan klien.

Selain itu, jangan ke hipnoterapis dan meminta untuk dilakukan PLR. Mengapa? Karena PLR yang anda alami belum tentu PLR yang sesungguhnya. PLR yang dilakukan oleh hipnoterapis umumnya bersifat leading, mengarahkan pikiran anda dengan memberikan perintah atau sugesti tertentu. Jadi, anda bukannya sungguh-sungguh mundur ke kehidupan lampau anda, bila benar ada past life, tapi anda mencipta kehidupan lampau di pikiran anda berdasar ekspektasi anda dan bimbingan hipnoterapis. Dengan demikian anda mengalami false memory. Ini sangat berbahaya dan merugikan diri anda sendiri.***

 

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s