Membuka Mental Block


Ada pepatah yang mengatakan bahwa apabila seseorang menghendaki perubahan kecil maka ubahlah perilakunya, namun bila menghendaki perubahan besar ubahlah mental kita atau pikiran kita. Mental yang meyakini bahwa dirinya tidak mampu atau tidak berbakat untuk bisnis itulah yang saya maksud dengan mental block (bisnis). Tentunya masih banyak jenis mental block lainnya, namun dalam hal ini adalah mental block bisnis.

Mental block ini terjadi karena salah program dari background dan masyarakat kita sendiri yang lebih memilih menjadi bangsa karyawan. Selama mental block ini belum bisa diubah, sulit sekali mengubah seseorang dari mental karyawan menjadi mental entrepreneur. Meski pun kita telah mendapatkan materi entrepreneurship melalui kuliah, seminar dan pelatihan, kalau pembelajaran itu tidak menyentuh sampai ke batin atau alam bawah sadar, maka sulit akan terjadi perubahan.

Terlebih, kalau pembelajarannya hanya sampai ke soal pengertian, definisi, jenis-jenis, hingga teknik produksi dan pemasarannya. Semua itu belum cukup untuk mengubah mental block seseorang. Sebab, semua itu baru masuk ke ranah kognitif atau pikiran sadar yang pengaruhnya, paling banyak, hanya 12 %.

Locus mental block itu berada di alam bawah sadar, di batin seseorang yang sudah puluhan tahun mengendap di sana. Sudah menjadi bagian dari software dari pikiran kita. Manakala software itu belum di-upgrade maka tampilannya masih tetap. Artinya, sepanjang mental block-nya, yakni mental karyawan, belum di-upgrade maka tampilannya (perilakunya) adalah perilaku karyawan.

Perlu saya ingatkan sekali lagi bahwa mental block itu membatasi. Ibarat Anda sudah terlanjur sangat familiar dan nyaman dengan proram Microsoft Word mau pindah ke program linux misalnya. Sepanjang belum ada kebutuhan yang sangat mendesak, dan anggapan lebih bernilai/berharga dan praktis, sepanjang itu pula mental block bekerja untuk mempertahankan diri (resistant).

Sangat kompleks mekanisme kerja terjadinya mental block dalam pikiran bawah sadar agar tetap bertahan atau bahkan dapat berubah mental block tersebut. Kompleksitas itu terkait  erat dengan pengalaman pribadi seseorang (subjective experience). Seseorang yang hidupnya sudah sering teredukasi dengan dunia bisnis melalui keluarga, sekolah dan lingkungannya bahwa bisnis  adalah dunia yang sangat menyenangkan, akan sangat memungkinkan berubah untuk menjadi seorang entrepreneur; sebaliknya apabila ia sering teredukasi dengan dunia karyawan maka semakin kuat pertahanannya.

NLP dan hypnosis berikut alat-alatnya (tekniknya) adalah dalam rangka mengedukasi ulang berdasarkan pengalaman pribadi seseorang (klien). Artinya, teknik-teknik yang akan digunakan harus ekologis, sesuai dengan nilai-nilai dasar klien dan sekaligus tidak bertentangan dengan norma, etika, dan nilai-nilai masyarakat setempat. Sebagai contoh, Anda tidak bisa mempengaruhi atau mengubah pikiran seseorang  untuk mau menjadi entrepreneur apabila apa yang Anda tanamkan –dengan teknik NLP dan hypnosis—bertentangan dengan keyakinan agamanya. Sebaliknya, apabila yang ditanamkan itu cocok, maka kemungkinan besar dapat diterima alias ia mau berubah.

Mengubah mental block pada dasarnya adalah mempengaruhi pola pikir (mindset) melalui sejumlah cara. Mental block pada dasarnya adalah hasil pemikiran berupa keyakinan sementara atau common sense, maka sepanjang pikiran seseorang belum diubah atau direkayasa maka sepanjang itu pula mental block tidak berubah.

CARA MEMBUKA MENTAL BLOCK

Ada sejumlah  cara atau tepatnya media untuk mengubah mental block seseorang.

Membaca

Membaca merupakan media yang cukup ampuh untuk mempengaruhi pikiran seseorang. Pada saat Anda membaca sesungguhnya sedang memasukan sebuah stimulus yang berpotensi mengubah mindset lama yang bersemayam di pikiran Anda. Ketika Anda membaca sebuah buku misalnya, sesungguhnya sedang terjadi dialog antara stimulus dengan mindset lama, yang ujungnya bisa mempertahankan mindset lama (resistant) atau justru perubahan, tergantung pada kesiapan atau keterbukaan mindset Anda.

Namun perlu dicatat bahwa banyak orang berubah sikap dan mindset-nya karena membaca. Sebuah novel karya Andrea Hirata yang berjudul ”Laskar Pelangi” telah membuktikan mampu mengubah mindset atau mental block pembacanya, dari semula yang malas belajar menjadi suka belajar, dari yang tadinya bermental karyawan menjadi mental entrepreneur. Demikian pula buku-buku entrepreneurship karya Robert T. Kiyosaki, telah banyak menginspirasi dan bahkan mengubah mindset pembacanya untuk mencintai dunia entrepreneurship. Bacalah buku-buku entrepreneurship inspirasional, maka cepat atau pun lambat, pikiran Anda akan berubah.

Motivasi

Mengikuti seminar, training dan membaca buku-buku motivasi, cepat atau lambat berdampak terhadap eksistensi mindset Anda. Kemampuan seorang motivator dengan segala tekniknya akan mengguncang pikiran emosional dan spiritual Anda untuk kemudian berubah mindset. Lepas apakah perubahan itu  bersifat sementara yakni sehabis mengikuti seminar saja, yang jelas perubahan motivasi merupakan awal dari perubahan mindset. Namun perlu dicatat bahwa banyak orang yang berhasil mengubah mindset atau membongkar mental block-nya karena seminar, training atau membaca buku-buku motivasi.

Imajinasi

Kaum rasionalis, kurang setuju dengan imajinasi dapat mengubah mindset atau mental block. Imajinasi, katanya, hanyalah sebuah khayalan. Betul. Namun perlu dicatat bahwa dengan sebuah imajinasi seseorang menjadi termotivasi untuk bertindak mencapai imajinasinya. Dan motivasi merupakan salah satu daya dongkrak untuk meretas kebekuan mental block.

Reframing

Setiap orang memiliki dunianya sendiri yang diciptakan oleh pengalaman subjektifnya. Berdasarkan pengalaman subjektif itulah seseorang membentuk mindset-nya yang kemudian menjadi mental block: menjadi penghambat masuknya hal-hal baru. Prinsipnya, hanya dunianya yang mengasyikkan, dunia lain membosankan, atau dunianya yang paling ”benar”, dunia yang lain (bidang lain) salah.

Reframing adalah cara mengubah sudut pandang. Apabila saat ini Anda masih beranggapan bahwa dunia karyawan adalah dunia dianggap paling cocok untuk mencari nafkah, coba ubahlah cara pandang Anda dunia entrepreneurship juga mengasyikkan. Apabila sampai saat ini masih berpikir bahwa bisnis itu identik dengan resiko yang memusingkan cobalah berpikir bahwa risiko adalah tempat menempa diri; bila Anda masih berpikir pendapatan seorang entrepreneur adalah tidak tetap, cobalah berpikir sebaliknya: justru tidak tetap itu yang sangat menjanjikan, bayangkan Anda setiap hari terima uang sementara bila karyawan hanya sebulan sekali terima uang.

Semakin sering Anda mengadakan reframing, yang tidak lain adalah melihat sisi positifnya dari setiap fenomena, maka akan ada kecenderungan berubah mindset-nya. Mengapa? Sebab intensitas dan frekuensi reframming menentukan perubahan mindset.

Mengenal Objek dari Dekat

“Tak kenal tak sayang”, begitu kata pepatah. Mengenal lebih dekat dapat merubah pikiran seseorang. Keyakinan atau persepsi yang masih setengah-tengah, begitu mendekat ke objeknya dengan cara langsung dapat melihat, merasakan dan mendengar dari dekat persepsi kemudian berubah. Boleh jadi, Anda yang semula kurang tertarik dengan dunia bisnis setelah melihat dari dekat, bertemu dengan orang yang sudah sukses berbisnis, dan ikut merasakan keberhasilannya, mindset Anda bisa berubah.

Hipnosis

Hipnosis dapat diartikan sebagai keadaan fokus mental yang sangat kuat sehingga tingkat sugestibelitas sangat tinggi tanpa menganalisa (tanpa pemikiran kritis) terhadap sebuah objek. Jadi bila Anda tertarik sekali dengan sebuah lukisan, adegan sinetron sehingga Anda hanyut ke sana, berarti Anda terhipnosis. Ketertarikan Anda pada iklan tertentu, pada keberhasilan seseorang entrepreneur sehingga Anda mengidolakannya, sesungguhnya dapat mengubah mindset Anda. Apa pun tindakan idola Anda, bila sudah terhipnosis karenanya, Anda cenderung menirunya.

Pengalaman yang Menyakitkan

Seseorang yang mengalami sebuah peristiwa yang menyakitkan baik sakit fisik akut maupun sakit hati karena pasangan hidup atau orang lain dapat mengubah jalan pikirannya. Ketika seseorang berubah ke kondisi yang lebih baik dari pada sebelum peristiwa tersebut, orang menyebutnya sebagai “berkah”.

Seseorang punya pengalaman menyakitkan sebagai berikut.  Ia bekerja di sebuah Bank Swasta papan atas di Indonesia. Karirnya cemerlang, dengan bekerja keras, disiplin dan tekun akhirnya mendapatkan posisi  segai pimpinan cabang. Prestasinya gemilang, mampu mengubah 55 cabang pembantu dari predikat  “terjelek” menjadi “terbaik”, mampu meningkatkan pertumbuhan pemegang kartu kredit terbesar di Indonesia dan masih ada beberapa prestasi gemilang lainnya.

Suatu saat ayahnya jatuh sakit dan harus mendapatkan perawatan di Singapura. Biayanya besar tentunya. Namun gaji sebagai kepala cabang tidak cukup. Pengobatan di bantu oleh adik dan kakaknya. Dari pengalaman yang menyakitkan inilah ia berubah pikiran, keluar dari jabatan kepala cabang, dan memutuskan menjadi seorang trainer, motivator dan entrepreneur. Meskipun sebelumnya ditawari gaji yang lebih tinggi yakni 12 kali lipat gaji semula, ia tetap putuskan menjadi seorang trainer.

Ia kini jauh lebih sukses, telah bicara lebih dari 183.000 orang dalam waktu 38 bulan, seminar di berbagai tempat dengan sewa helikopter, tinggal di perumahan mewah lengkap dengan kolam renang dan taman. Ia juga memiliki berbagai perusahan properti yang sukses. Ia adalah Tung Desem Waringin.

Berubah mindset-nya karena berawal dari pengalaman yang menyakitkan.

Meski demikian, saya tidak menganjurkan bahwa untuk bisa berubah mindset-nya harus memiliki pengalaman yang menyakitkan. Pengalaman menyakitkan –bila Anda memilikinya– hanya sebuah momentum  untuk perubahan.

Sumber: Waidi, MBA, Ed. telah menulis 3 buku-buku NLP: 1) On Becoming A Personal Excellent; 2) The Art of Re-engineering Your mind for Succes by NLP; 3) Self Empowerment by NLP. Ketiganya diterbitkan oleh PT Elexmedia Komputindo. Sedang menyelesaikan buku “Neuropreneurship” sebuah buku yang membahas peran NLP dan Hypnosis dalam mengubah mental bisnis.

Tentang miracleone

I am a lecturer on Department of Political Science, a Chief of Laboratory of Political Science and Policy Engineering, at Faculty of Social and Political Sciences, University of Brawijaya (Indonesia), a researcher, writer, trainer, subconscious mind educator and certified hypnotherapist.
Tulisan ini dipublikasikan di Mental Block, Motivasi & Inspirasi dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s